Home
"Turut berduka cita atas meninggalnya
Bapak Walikota Bima Drs. H.M. Noer A. Latif,
semoga beliau diterima disisi Allah SWT."


Home
Bima Butuh Pemimpin Yang Tepat Untuk Kondisi Yang Tidak Tepat PDF Print E-mail
Monday, 15 February 2010
Oleh : Subhan*

Pada saat penulis berada di Mataram beberapa minggu yang lalu, Keluarga dari kampung penulis, yang kebetulan juga berada di Mataram dalam rangka `jalan-jalan. Meminta kepada penulis untuk membawanya keliling kota Mataram, melihat kehidupan social masyarakat kota Mataram dari dekat. Berbagai `warna' kehidupan di'rekam'nya dalam benak dan sanubari. Setelah puas mengamati dan memperhatikan carut marut kehidupan perkotaan, sebelum kembali ketempat inapan, penulis diminta untuk temani singgah di salah satu pusat perbelanjaan kota tersebut. Ia menuju ke rak penjualan televisi (TV). Ia melihat-lihat tv-tv yang dijejer. Ia memilih sebuah tv ukuran 21 inc. Harganya tidak masalah, karena ukurannya sudah disenangi. TV itu dihidupkan untuk dites. Keluarga dari kampung itu tidak memperhatikan.

Juga, sewaktu penjual menjelaskan beberapa soal teknis TV tersebut. Ia justru meletakkan sejumlah uang di atas meja, untuk membayar harga TV yang telah dipilihnya. Penjual memintanya agar pembayaran dilakukan di bagian kasir. Apa tidak membeli juga antene luar? Tidak perlu, katanya. Sebab, di kampung warga berlangganan "TV kabel", layanan yang bisa mengakses banyak sekali jaringan TV dunia.
| Views: 134 | Print

Last Updated ( Monday, 15 February 2010 )
Read more...
 
Benang Kusut Generasi Pendidik Dikampus STKIP Bima PDF Print E-mail
Friday, 29 January 2010

Benang Kusut Generasi Pendidik Dikampus STKIP Bima

(Tanggapan atas berita: Ciuman, mahasiswa STKIP Bima diusir)

Oleh : Ikhwanuddin*

 

Sabtu lalu diberitakan melalui media cetak harian local Bima, -Bima Ekspres 31/10/2009. "Telah terjadi `unjuk' kemesraan remaja yang tak terkendali, tak peduli tempat umum bahkan pada pusat pendidikan sekalipun. Perbuatan itu dipergoki langsung oleh pihak SMKN 2 Kota Bima" (Bimeks; 28/10/2009). Menyentak kalangan akademisi serta masyarakat pemerhati pendidikan Bima. Tak terkecuali akademika STKIP Bima yang nota bene sebagai cikal bakal pendidik generasi.

 

Pernyataan yang dilontarkan oleh kepala sekolah SMKN 2 Kota Bima, atas dasar telah menangkap basah (pergok) aksi ciuman sejumlah mahasiswa STKIP Bima yang kuliah (pinjam pakai) di ruangan SMKN 2 Kota Bima. Bersama sejumlah guru sekolah setempat, Kepsek langsung mengusir para pembuat `ulah tabu' itu. Sehingga sejumlah guru pengajar SMKN 2 Kota Bima terpancing amarahnya. sesaat kemudian kepsek SMKN 2 Kota Bima mendatangi pihak lembaga STKIP Bima dan menegur.  Protes yang dilayangkan oleh kepksek itu diterima oleh Drs. Jasman M.Pd selaku puket III yang menangani bidang kemahasiswaan.

 

| Views: 234 | Print

Last Updated ( Friday, 29 January 2010 )
Read more...
 
KESRA GURUKU (Rp 4,6 Miliar), RIWAYATMU KINI PDF Print E-mail
Friday, 29 January 2010

Oleh : Ikhwanuddin*

 

 "Gelar 'pahlawan tanpa tanda jasa' tentu bukan istilah yang asing lagi di telinga publik. Peran besar seorang guru dalam mencerdaskan anak-anak bangsa telah tertanam di benak setiap warga sejak di bangku pendidikan dasar hingga sekolah lanjutan. Tapi bagaimana nasib mereka sebenarnya? Faktanya, tak semua guru dapat bekerja tenang dengan tingkat kesejahteraan yang terbatas. Apalagi dengan hanya mengandalkan status sebagai pegawai honorer, seperti yang dialami oleh para guru Bantu yang ada di Kota Bima.

 

            Para founding fathers negeri ini pun (Tempo Duloe) sebagian besar adalah guru atau setidaknya mengawali kariernya sebagai guru. Sukarno, Presiden pertama RI, pernah menjadi guru semasa pengasingannya di Bengkulan (sekarang Bengkulu). Begitu pula dengan Mohammad Natsir, Perdana Menteri Indonesia pada masa peralihan, adalah guru dan perintis berdirinya sebuah sekolah di Bandung. Soedirman dan A.H. Nasution adalah jenderal-jenderal yang pernah pula menjadi guru. Soedirman adalah guru dan kepala salah satu HIS di Cilacap, sedangkan A.H. Nasution pernah menjadi guru di Bengkulu dan kepala sekolah di Muara Dua, Palembang Hulu. Tidak dapat disangkal pula di antara tokoh-tokoh itu masih ada RM Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara dan KH Ahmad Dahlan, seorang guru yang kiai.

 

            Ironisnya, jika di masa lalu seorang guru bisa berpenghasilan 40 gulden sebulan, sementara sekarang guru yang mengharap kenaikan gaji atau tunjangan harus berdemo rame-rame ke gedung DPR, mogok mengajar, atau lebih parah lagi harus ngojek atau jadi tukang batu di sela-sela waktu luangnya. Sebuah surat kabar beberapa waktu lalu bahkan secara jelas memberitakan 70 persen pendidik swasta bergaji di bawah UMR.

| Views: 195 | Print

Read more...
 
RAPDBD KAB. BIMA 2010 Tidak Berpihak Pada Rakyat PDF Print E-mail
Wednesday, 27 January 2010

Lembaga Studi Kajian & Analisis Anggaran (LaSKAR) `BABUJU';

RAPDBD KAB. BIMA 2010 TIDAK BERPIHAK PADA RAKYAT

 

RAPBD (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kab Bima untuk tahun Anggaran 2010 yang telah dibahas pada sidang Paripurna DPRD Kab Bima pada tanggal 16 Desember 2009 sangat tidak berpihak pada rakyat. Hal ini dapat dilihat dari rencana alokasi Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung tahun anggaran 2010.

 

Belanja daerah terdiri dari dua bagian seperti tersebutkan diatas, yaitu Belanja Aparatur (Belanja Tidak Langsung) dan Belanja Pelayanan Publik (Belanja Langsung). Bagian Belanja Aparatur terbagi kelompok belanja Administrasi Umum, Belanja Operasional & Pemeliharaan dan Belanja Modal. Sedangkan Belanja Pelayanan Publik, terbagi atas tiga kelompok seperti Belanja Aparatur, Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil serta Belanja Tidak Disangka (belanja tak terduga).

 

Belanja langsung adalah belanja yang eksistensinya tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu program/kegiatan, atau bukan merupakan sebuah konsekuensi dari adanya suatu program kegiatan.  Belanja ini merupakan belanja yang digunakan secara bersama-sama (Common Cost) untuk melaksanakan seluruh program/kegiatan unit kerja, serta digunakan secara periodik (umumnya Bulanan) dalam rangka koordinasi penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah yang bersifat umum.

Sedangkan Belanja Langsung adalah belanja yang eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu program/kegiatan. Karakteristik dari Belanja Langsung adalah input (alokasi belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output yang dihasilkan. tentunya hal ini untuk kesejahteraan rakyat, karena tuntutan Belanja Langsung adalah belanja yang segala kosekuensinya mempengaruhi langsung untuk kesejahteraan rakyat. (Dokument Hasil Temuan BPK terhadap pengelolaan keuangan Kab Bima; 2007)

| Views: 252 | Print

Last Updated ( Wednesday, 27 January 2010 )
Read more...
 
Pendidikan Politik Dan Pemilih Pemula PDF Print E-mail
Wednesday, 27 January 2010
Pendidikan Politik Dan Pemilih Pemula

"Barometer PILKADA Bima 2010"

Oleh : Rangga*

 

 

Enam bulan yang akan datang, Kabupaten Bima bersama Enam Kabupaten dan Kota lainnya di NTB akan bersama-sama melakukan perhelatan akbar demokrasi local, Pilkada (Pemilihan Langsung Kepala Daerah). Kab Bima adalah salah satu dari 240 daerah kabupaten dan kota diseluruh Indonesia yang menyelenggarakan Pilkada pada tahun 2010 ini. Tentunya, keikut sertaan kandidat dalam kancah pertarungan politik khususnya dalam Pilkada Kab Bima sudah mulai hangat. Wacana dan isu perubahan mulai merambah ditengah masyarakat. Pertarungan identitas dan latarbelakang keluarga menambah semangat demokrasi local Bima akhir-akhir ini. Karakter politik mulai dinampakkan dalam wajah pertarungan demokrasi Bima. Tentunya sudah lebih baik dari perhelatan politik sebelum-sebelumnya.

 

Dunia politik realitasnya akan selalu lekat dalam dimensi kehidupan manusia. Perwujudannya akan selalu bisa ditemui dalam skala yang besar hingga skala yang terkecil. Tentu dengan tingkat variasi kajian yang berbeda antara satu dimensi dengan dimensi lain. Dalam beberapa minggu terakhir ini tentu kita sudah bisa  rasakan begitu kuatnya resonansi politik yang hadir menuju perhelatan akbar Pilkada Kab Bima 2010.  Partai-partai politik nampak sudah mulai sibuk mempersiapkan diri dengan berbagai aktivitas yang berorientasi pada penguatan citra dan sosialisasi untuk menarik massa. Lebih-lebih langkah-langkah strategis para kandidat yang sudah menyatakan diri untuk tampil (Deklarasi) pada kancah politik yang akan datang.

 

Keadaan sosial ekonomi bangsa yang belum  begitu banyak beranjak dari keterpurukannya nampaknya masih akan menjadi "barang dagangan" yang cukup menarik untuk ditawarkan. Disamping masih banyaknya potensi tema kedaerahan yang lain yang masih cukup menarik untuk diperdagangkan kepada khalayak umum. Tak ketinggalan juga sebentuk kesadaran lokalitas yang semakin meng-kolektif. Tak terkecuali terhadap wacana kepemudaan yang kian mencuat kuat di internal para elit politik di Dana Mbojo ini. Cepat atau lambat pasti akan muncul tarikan-tarikan yang cukup kuat antar partai politik untuk menggiring generasi muda kedalam wadah politik yang bertujuan untuk memfasilitasi berbagai kepentingan mereka saat itu maupun dalam akses jangka panjang. Tentu tujuan-tujuan itu akan lebih banyak bersifat praksis ketimbang sesuatu yang lebih ideologis, meski tidak semua akan menunjukan perwajahan yang sama setiap saat.

| Views: 241 | Print

Last Updated ( Wednesday, 27 January 2010 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Results 1 - 9 of 45
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu