|
Modernitas vs Moralitas di Dana Mbojo |
|
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
SELINGKUH MENJADI BUDAYA SELINGAN
"Modernitas vs Moralitas Di Dana Mbojo"
Oleh : Siti Khodijah (Ko'o)*
Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Apalagi, jika berkumpul dengan
orang yang disayangi, semuanya terasa indah. Tetapi, lain ceritanya
jika kelewatan hingga dini hari. Seperti yang dilakukan Diana dan
Roswati, siswa SMPN 2 Kota Bima, dan Arif Rahman serta Fendi, mahasiswa
STKIP Bima semester II. Meski malam telah larut, dini hari sekitar
pukul 00.30 Wita, mereka justru asyik memadu kasih di kawasan Wadu
Mbolo. Mereka diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bima
yang saat itu berpatroli ( www.sumbawanews.com 27/03/2009)
Mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan, " Ach, itu dah
biasa…", "Itu baru yang terciduk, masih banyak yang nggak kelihatan
tuch…" atau malah ada juga yang mengatakan "Sudah separah itu kok
remaja Bima sekarang". Kondisi ini memaksa penulis untuk meyakinkan
hati untuk bisa dengan jelas melihat realitas sekaligus kondisi ini dan
harus segera disikapi serius mengingat hal ini dipandang perlu dalam
rangka meminimalisir prilaku amoral masyarakat Bima.
| Views: 1357 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Luka Pendidikan Kita Kini |
|
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
|
Oleh : Rangga*
Berbicara pendidikan, mungkin kita semua pernah merasakan prosesnya
sejak kita TK/SD, SLTP, SMU hingga ke Perguruan Tinggi. Mari sama-sama
berintropeksi tentang apa yang kita dapat dari pendidikan itu, dari
sebuah kurikulum yang diajarkan hingga pada kompetensi pembelajaran
yang dibawa oleh Guru/Dosen. Kebiasaan kita dalam memahami kata
`sekolah' adalah tempat dimana kita ditempa dan didik menjadi manusia
yang berguna bagi bangsa, Negara, dan agama. Kata `Sekolah' pertama
kali dibudayakan oleh Plato yang berasal dari kata scholae yaitu
belajar dibawah pohon atau ditaman sambil berdiskusi / branstorming /
tukar pikiran. Paulo Priere berkata bahwa sekolah adalah me-manusia-kan
manusia.
| Views: 1051 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Wacana Perguruan Tinggi Negeri di Bima |
|
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
|
CIKAL BAKAL PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN) BIMA
"HARAPAN DITENGAH KEPENTINGAN"
Oleh ; Rangga*
Dalam era desentralisasi saat ini ada fenomena baru di pemerintah
daerah (Pemda) terutama di daerah kabupaten/kota untuk mendirikan
Perguruan Tinggi (PT). Tentu saja niat dan semangat itu tidak salah
dilihat dari kerangka kewenangan Pemda, menurut Undang-Undang (UU)
Nomor 22 Tahun 1999. Sesuai amanat Pasal 7 Ayat (1) dan Pasal 11 Ayat
(2), Pemda memiliki kewenangan penuh mengurus, mengatur, dan membangun
pendidikan di daerah masing-masing. Karena itu, pasal-pasal tersebut
memberi otoritas legal bagi Pemda untuk mendirikan sebuah Perguruan
Tinggi. Sampai saat ini Perguruan Tinggi tidak hanya menjadi wacana
atau isu nasional saja, apakah jenjang pendidikan itu harus dikelola
pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota.
Meski secara legal pemerintah daerah berwenang mengelola Perguruan
Tinggi, tampaknya sampai saat ini tak satu pun Pemda melakukan claim
untuk mengambil sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ada di
daerahnya untuk dikelola secara otonom. Ini terjadi karena kebetulan
ada common goal and understanding yang secara sadar dimiliki Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah mengenai bagaimana cara memandang fungsi
dan peran sebuah Perguruan Tinggi.
| Views: 1369 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Bendera Setengah Tiang Untuk Pendidikan Tinggi Bima |
|
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
|
Oleh : Adi Romansah*
Perguruan Tinggi (PT) di Dana Mbojo, bak jamur dimusim hujan. Namun
tidak semua jamur bisa dikonsumsi, begitu juga Perguruan Tinggi. Maka
hati-hatilah memilih Perguruan Tinggi di Bima. Kondisi saat ini,
berbagai Perguruan Tinggi di Bima sedang berusaha menarik minat para
calon mahasiswa. Pilihlah Perguruan Tinggi yang tidak menipu, sebab
kita tidak ingin menjadi penipu. Itupun jika kita sebagai masyarakat
Bima yang tidak mau ditipu mentah-mentah. Perguruan Tinggi di Bima
hadir bak banjir bandang, "Datang tak diundang, pergi tak diantar".
(Ingat…! Bagaimana Universitas Bima Sakti dengan lihai menipu rakyat
yang bisa di tipu dengan jargon pendidikan, telah melahirkan "Sarjana
Karbitan").
| Views: 1194 | Print |
|
Read more...
|
|
|
KK Miskin Kota Bima 10.986 |
|
|
|
|
Tuesday, 28 April 2009 |
|
-------------------------------------------------
Saat ini, warga miskin di Kota Bima
meningkat menjadi 10.968 Kepala Keluarga (KK). Pada sisi lain, selama
ini upaya penekanan angka kemiskinan di Kota Bima sebagian besar hanya
mengandalkan program pemerintah pusat yang melalui APBN seperti Bantuan
Langsung Tunai (BLT).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Bantuan
Sosial, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Bima, Hj
Misbah, mengungkapkan, berdasarkan data Dinsosnaker dan Badan Pusat
Statistik (BPS) merujuk jumlah rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima BLT,
jumlah kemiskinan di Kota Bima tahun 2009 meningkat drastis sebesar
1.297 atau 13,41 persen. Tahun 2008 lalu sebanyak 9.671 KK.
“Sampai saat ini, sesuai data RTS yang kita terima, angka miskin
meningkat atau mencapai 10.968,” ujar Misbah kepada wartawan di
Dinsosnaker, Sabtu (24/4).
| Views: 1490 | Print |
|
Last Updated ( Tuesday, 28 April 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 19 - 27 of 51 |