Home
"Turut berduka cita atas meninggalnya
Bapak Walikota Bima Drs. H.M. Noer A. Latif,
semoga beliau diterima disisi Allah SWT."


Home
Polusi lingkungan akibat Kotoran Kuda di Bima sangat menggangu ... PDF Print E-mail
Tuesday, 12 August 2008
Oleh : Dewi Yufriati ( This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it )
 
BenhurIni oleh2 keluhan teman di Jakarta yg baru pulang dr daerah Bima hehe...
saya merasa malu sebenarnya yg bikin dia gak nyaman ternyata Maaf, Kotoran Kuda..

Saya sendiri sdh setahun yg lalu jd gak tahu persisi apa benar sdh jadi salah satu penyebab polusi lingkungan/ Udara disana.Teman2 saya blg, udah panas terik, angin bkn kulit itam, debunya campur kotoran kuda..bikin mata pernih dan sesak...(waduhhh ini benar2 keluhan nih??!)

Mmg sih, sprti di kampung saya Kec Sila, alat transportasi yg tetap jadi andalan dr jaman saya kecil dulu adalah kuda yg dimodikasi jd benhur...dan mmg seingat saya tanpa dilengkapi penampung kotoran. bs jadi benar bhw jalan2 disana berserakan kotoran kuda ..bertahun2 selalu seperti itu terus!!

Apalagi daerah pasar tempat mangkalnya benhur...debu bercampur kotoran kuda dilokasi pasar...bikin tambah sembrawut saja. Kasus meninggal krn tetanus juga sering loh di Bima...blm nanti indikasi penyakit paru2 dan pernafasan ..semua ini bs jadi akibat dikemudian hari....

ya, ini tambahan masalah..utk di inventaris..polusi kotoran kuda dan solusinya :-)

salam,
Dewi/
| Views: 18049 | Print

Last Updated ( Tuesday, 12 August 2008 )
Read more...
 
Dou Mbojo atau Dou Bima kah kita ? PDF Print E-mail
Friday, 20 June 2008
DOU MBOJO ATAU DOU BIMA KAH KITA?
(Menjawab tulisan : Asal Usul Masyarakat Bima)
Oleh : R a n g g a

(Ketua Umum TSC – Makassar)
-------------------------------------------------------------------------------- 

 

RimpuKefatalan generasi adalah ketika sejarah ditoreh secara tidak gamblang dan disadur dengan tidak apa adanya. Lebih ironi lagi ketika sejarah tersebut diungkap secara tidak transparan dan ditutup-tutupi keberadaannya. Dana Mbojo memiliki sejarah yang panjang, dikenal sejak jaman Naka hingga jaman Modern saat ini. Namun banyak catatan naskan kuno Dana Mbojo yang terbengkalai dimana-mana. Ada yang ditemukan di Belanda, di Makassar, di Reo serta ada pula yang ditemukan di Singapura dan Afrika. Dari naskah kuno serta artifak sejarah yang ditemukan, dilakukanlah perangkaian catatan sejarah Dana Mbojo dari A sampai Z. namun memang perlu permaklumatan apabila ditengah rangkaian tersebut terjadi miss antara cerita B ke C dan sebagainya. Namun sangat tidak pantas dan merupakan kejahatan turun temurun apabila rangkaian sejarah diendap demi pelanggengan kekuasaan semu.

 

Seperti tulisan kanda Zainuddin tentang Asal Usul Masyarakat Bima pada kolom Artikel dan Opini pada website ini beberapa waktu lalu. Dari beberapa tulisan tersebut menyatakan bahwa ` Dou Mbojo asli adalah Dou Doro (orang pegunungan), sedangkan orang pesisir adalah pendatang'. Pada tulisan tersebut juga menyatakan bahwa Dou Mbojo percaya dengan Ncuhi yang berasal dari makakimbi-makakamba (mistik). Kemudian percaya dengan adanya `Parafu' yang merupakan simbolitas ke-Tuhan-an yang bisa datang melalui Batu, Pohon, Gunung, Laut dan sebagainya. Sehingga muncul lah kepercayaan animisme ditengah Dou Mbojo. Terima kasih kepada kanda Zainuddin, karena melalui tulisan kanda saya terinspirasi untuk menyusun tulisan sederhana dihadapan pembaca ini.
| Views: 15515 | Print

Last Updated ( Friday, 20 June 2008 )
Read more...
 
ASI POTA & TAPAK TANGAN "Kahampa" PDF Print E-mail
Friday, 20 June 2008
ASI POTA & TAPAK TANGAN "Kahampa"
Sebuah Jejak Sejarah Dana Mbojo Yang Terlupakan
Oleh : R a n g g a
(Ketua Umum TSC - Makassar)
-------------------------------------------------------------------------------- 

 
Sebuah sejarah harus mengungkapkan realitas sebenarnya atas segala sesuatu yang terjadi pada masa kejayaannya. Sejarah yang dikaburkan merupakan kejahatan terhadap generasi. Sebab sejarah bukan sekedar bacaan belaka namun menggambarkan identitas kita dalam fase kehidupan hingga terbentuk karakter diri dan lingkungan sekitar kita. Ketika sejarah dijadikan sebuah alat dalam melanggengkan kekuasaan, maka hal tersebut adalah fatal adanya. Karena suatu saat, gemerasi-generasi kemudian akan membongkarnya.

Baru-baru ini, kami (Tambora Study Club-Makassar) mencoba membongkar tabir kejayaan masa lalu dana mbojo yang terjadi pada tahun 1769 – 1792 pada saat kesultanan Mbojo melakukan penaklukan terhadap daerah manggarai. Mengungkap kembali keberadaan ASI Mbojo yang ada di Reo serta hubungan keterkaitan adanya Tapak Kahampa. Sebuah tugas Berat bagi kami (TSC) untuk melakukan penelitian sejarah kemudian dipertanggungjawabkan keabsahan penelitian secara otentik. Tim Peneliti yang di Ketua-I oleh Ketua Umum TSC makassar memulai mengungkap tabir misteri tersebut dengan melakukan study Literatur di Makassar-Gowa, Ende-Manggarai serta Bima. Tak sedikit literature yang didapat untuk mengerucutkan judul tersebut. Dalam study Literatur, Tim dibagi 3 yaitu Tim Makassar, Tim Bima dan Tim Reo-Manggarai. Akhirnya pada tanggal 26 Mei 2008 kemarin seluruh Tim berada di Manggarai-Reo untuk melakukan eksplorasi lapangan atas temuan Literatur tersebut. Pada hari selasa, 10 Juni 2008. seluruh personil Tim Berangkat ke Bima untuk melakukan Sinergisitas atas temuan-temuan lapangan dengan para sejarahwan, Budayawan serta Orang Dalam Kesultanaan. Sebuah hasil yang mencengangkan terkuak. Setelah terjadi penaklukan Reo oleh kesultanan Bima pada tahun 1762 – 1769. kemudian tidak pernah lagi ada catatan atas penaklukan Reo Tersebut hingga tahun 1890. 100 tahun tanpa catatan sejarah. Padahal menjadi sebuah pertanyaan bagi kami ketika menemukan bukti otentik keberadaan ASI di Reo yang dinamakan ASI MBOJO POTA. Terdapat Tapak Tangan Kahampa, beberapa Kuburan Kuno penguasa Bima dan Gowa, semua Dusun/Kampung di Reo menggunakan karakter nama Mbojo. Bahasa keseharian Reo-Manggarai adalah bahasa Mbojo Asli. Kenapa tidak ada yang mengungkap dan kenapa tidak pernah diungkap dalam berbagai catatan sejarah Bima? Berikut Catatan yang kami rangkum :
| Views: 2220 | Print

Read more...
 
TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM / MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs-2015) PDF Print E-mail
Tuesday, 17 June 2008
TUJUAN PEMBANGUNAN MILENIUM /MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs-2015)
PARADIGMA BARU KERANGKA PEMBANGUNAN DAERAH
Oleh : Sri Suryani 
---------------------------------------------------------------------------------------- 
 
Tahun 1982 lahir ”Bruntland Report” yang berisi pesan-pesan pembangunan berkelanjutan sebagai wujud tanggung jawab moral generasi sekarang untuk memperhatikan hak-hak generasi yang akan datang. Satu dekade kemudian PBB mengagas ”Agenda 21” yang merupakan hasil KTT Bumi di Rio de Jeneiro, Brazil, dengan 21 agenda utama yang berfokus pada penghapusan kemiskinan, peningkatan peran perempuan dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan hidup. Konsep yang dihasilkan menjadi acuan yang diadopsi oleh banyak negara-negara berkembang dalam perencanaan pembangunan. Dalam kurun waktu tersebut banyak pula kejadian-kejadian luar biasa yang mempengaruhi kualitas pencapaian agenda-agenda yang telah ditetapkan, seperti penyebaran HIV/AIDS yang ”mendunia” melalui metode dan cara-cara yang diluar kesadaran mental manusia, mulai dari jarum suntik hingga transfusi darah yang tidak aman, peperangan diberbagai belahan dunia, serta krisis ekonomi di Asia Tenggara.

Akar persoalan seperti tingkat buta huruf yang masih rendah, kemiskinan dan sebagainya masih belum dapat diselesaikan karena belum adanya target kuantitatif yang menjadi acuan. Hal tersebut menjadi cikal bakal lahirnya ”Millenium Development Goals/MDGs” sebagai hasil kesepakatan dari 198 negara pada tahun 2000, dengan menetapkan target kuantitatif yang akan dicapai pada tahun 2015.
| Views: 20027 | Print

Last Updated ( Tuesday, 17 June 2008 )
Read more...
 
Masa Depan Teluk Bima PDF Print E-mail
Monday, 26 May 2008
oleh : Sri Suryani
Apa yang akan diceritakan oleh generasi tahun 2500an kepada anak-anak mereka tentang teluk Bima, apakah tentang nenek moyangnya yang menjaga kelestarian lingkungan atau yang merusak lingkungan.

Lebih dari 50% wilayah Kabupaten Bima secara topografis mengalirkan air kedalam teluk bima. Kenyataan ini sangat penting untuk dipahami bahwa sebagian besar aktifitas alam dan manusia yang ada di daratan “mengalir” ke Teluk Bima. Aliran materi dan energi yang masuk inilah yang menjadi fokus perhatian kita dan bagaimana kedepan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai pengelola dan pengguna fasilitas lingkungan mampu menjaga sustainabilitas teluk Bima dan segala atribut ekologi dan sosial ekonominya.
| Views: 4134 | Print

Last Updated ( Monday, 26 May 2008 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 28 - 36 of 46
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu