Home
"*****"

Home
Masa Depan Teluk Bima PDF Print E-mail
Monday, 26 May 2008
oleh : Sri Suryani
Apa yang akan diceritakan oleh generasi tahun 2500an kepada anak-anak mereka tentang teluk Bima, apakah tentang nenek moyangnya yang menjaga kelestarian lingkungan atau yang merusak lingkungan.

Lebih dari 50% wilayah Kabupaten Bima secara topografis mengalirkan air kedalam teluk bima. Kenyataan ini sangat penting untuk dipahami bahwa sebagian besar aktifitas alam dan manusia yang ada di daratan “mengalir” ke Teluk Bima. Aliran materi dan energi yang masuk inilah yang menjadi fokus perhatian kita dan bagaimana kedepan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab sebagai pengelola dan pengguna fasilitas lingkungan mampu menjaga sustainabilitas teluk Bima dan segala atribut ekologi dan sosial ekonominya.
| Views: 4342 | Print

Last Updated ( Monday, 26 May 2008 )
Read more...
 
ASI KALENDE' SIAPA YANG PUNYA (Rantai sejarah yang hilang) PDF Print E-mail
Tuesday, 18 March 2008
oleh : Rangga

Terinspirasi dari tulisan kanda Zainuddin, tentang "Asal Usul Masyarakat Bima" beberapa waktu yang lalu. Walaupun tulisan tersebut merupakan kutipan dari www.sumbawanews.com. Tapi hal itu tidak mengurangi niat baik kanda dalam memberikan informasi kepada khalayak ramai, putra-putri Dana Mbojo tentang Asal usul Masyarakat Bima itu sendiri. Untuk beberapa title tulisan berikut adalah merupakan kajian sejarah ke- Dana Mbojo- an. Tulisan berikut adalah
coretan-coretan oleh-oleh dari Bima pada bulan Januari lalu. Yang intinya adalah keluh kesah ketika melihat tapak sejarah yang mulai ditinggalkan oleh generasi.

Bangunan tua itu masih tegap berdiri dengan anggun. Meski beberapa bagiannya sudah nampak lapuk dan tak terawat. Beberapa bagian yang melengkapi bangunan induk Asi Kalende yang berada dibagian timur dan selatan, pun konon telah lapuk dan dirubuhkan. Asi Kalende adalah Istana Ruma Bicara atau Perdana Menteri kesultanan Bima. Istana ini tidak jauh dengan pusat kota. Ataupun dengan Istana Kesultanan (ASI) itu sendiri. Hanya berjarak lebih kurang satu kilo meter. Tak jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

| Views: 4234 | Print

Last Updated ( Tuesday, 18 March 2008 )
Read more...
 
Mengungkap Kembali Hubungan Darah Bima-Bugis-Makassar PDF Print E-mail
Tuesday, 18 March 2008
(Sebuah Pengantar untuk Kegiatan Refleksi Lintas Budaya Bima-Bugis-Makassar 2008)

Tulisan ini merupakan pengantar dari sebuah rencana kegiatan besar yang sebenarnya diadakan pada tahun lalu (2007) di Makassar. Namun karena kendala lain hal, maka kegiatan tersebut ditunda hingga 2008 dan kini menjadi Agenda teman-teman Tambora Study Club Makassar bersama pemerintah Kab dan Kota Bima untuk melaksanakannya di Bima sebagai Pra dari sebuah Event Budaya Nasional pada Agustus 2008 di Kab Gowa Sulawesi Selatan. Yaitu Festival Budaya Nusantara. Kegiatan yang ber-Title-kan “Refleksi Lintas Budaya Bima – Bugis – Makassar II” ini untuk menggugah kembali insting para actor dan pewaris budaya Bima dan Bugis – Makassar atas hubungan Darah yang terjalin selama 200 tahun.




| Views: 27303 | Print

Last Updated ( Tuesday, 18 March 2008 )
Read more...
 
Asal Usul Masyarakat Bima PDF Print E-mail
Tuesday, 11 March 2008
Dikutip dari www.sumbawanews.com
----------------------------------------

ASAL USUL MASYARAKAT BIMA (DOU MBOJO)
Oleh : Zainudin
Kandidat Magister pada Ilmu Politik UGM Yogyakarta
Kelahiran Ncera, Bima, NTB


Masyarakat Bima yang sekarang kita kenal merupakan perpaduan dari berbagai suku, etnis dan budaya yang hampir menyebar di seluruh pelosok tanah air. Akan tetapi pembentukan masyarakat Bima yang lebih dominan adalah berasal dari imigrasi yang dilakukan oleh etnis di sekitar Bima. Karena beragamnya etnis dan budaya yang masuk di Bima, maka tak heran agama pun cukup beragam meskipun 90% lebih masyarakat Bima sekarang beragama Islam. Untuk itu, dalam pembahasan berikut akan kita lihat bagaimana keragaman masyarakat Bima tersebut, baik dilihat dari imigrasi secara etnis/budaya maupun secara agama/kepercayaan.
| Views: 4768 | Print

Last Updated ( Thursday, 13 March 2008 )
Read more...
 
Menggugat Kesenjangan Elite dan Massa PDF Print E-mail
Monday, 25 February 2008
Oleh : Rangga 
 
PANGGUNG politik sedang digelar, para politisi menjadi pelakon utama. Seputar waktu penyelenggaraan Pilkada Kota Bima dan Pilgub NTB, rakyat berperan penting. Selebihnya, dikotomi digariskan tegas antara kalangan elite dan massa rakyat alias antara sang pemain dan si penonton. Perbedaan dikotomis ini menunjukkan, kalangan elite berperan aktif untuk mempertahankan, bahkan memperbesar sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Kesenjangan terjadi ketika kalangan elite begitu mudah terlupa memerhatikan massa atau konstituen yang meminjamkan mandat melalui pemilu. ebagai konsekuensi atas peminjaman mandat itu, rakyat berhak memperoleh laporan akuntabilitas secara periodik. Pemain akan "terbebas" dari penonton jika kontrol rakyat sebagai pemilik kedaulatan hilang. Akibatnya, akuntabilitas sistem politik merosot tak terhindarkan.
 
Seorang teman mengundang saya dalam sebuah diskusi, pada saat itu teman penulis menjadi panelis dalam diskusi Harian Fajar Makassar. Dia menekankan bahwa, “…Demokrasi adalah proses untuk memastikan korespondensi antara substansi yang dipikirkan dan ditentukan oleh pembuat kebijakan dengan persepsi dan kehendak masyarakat…”
Berkait dengan upaya mempertemukan kebijakan dengan kebutuhan masyarakat itu, dituntut kemampuan pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan berdasarkan desain program. Ketidakjelasan kaitan antara ide atau program yang dirumuskan dan siapa yang akan mengusung program itu terlontar dalam diskusi tersebut. 
| Views: 11494 | Print

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 37 - 45 of 51
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu