|
RAPDBD KAB. BIMA 2010 Tidak Berpihak Pada Rakyat |
|
|
|
|
Wednesday, 27 January 2010 |
|
Lembaga Studi Kajian &
Analisis Anggaran (LaSKAR) `BABUJU';
RAPDBD KAB. BIMA 2010 TIDAK BERPIHAK PADA RAKYAT
RAPBD (Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah) kab Bima untuk tahun Anggaran 2010 yang telah dibahas pada
sidang Paripurna DPRD Kab Bima pada tanggal 16 Desember 2009 sangat tidak
berpihak pada rakyat. Hal ini dapat dilihat dari rencana alokasi Belanja
Langsung dan Belanja Tidak Langsung tahun anggaran 2010.
Belanja daerah terdiri dari dua bagian
seperti tersebutkan diatas, yaitu Belanja Aparatur (Belanja Tidak Langsung) dan
Belanja Pelayanan Publik (Belanja Langsung). Bagian Belanja Aparatur terbagi
kelompok belanja Administrasi Umum, Belanja Operasional & Pemeliharaan dan
Belanja Modal. Sedangkan Belanja Pelayanan Publik, terbagi atas tiga kelompok
seperti Belanja Aparatur, Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil serta Belanja
Tidak Disangka (belanja tak terduga).
Belanja langsung adalah belanja yang
eksistensinya tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu program/kegiatan,
atau bukan merupakan sebuah konsekuensi dari adanya suatu program kegiatan. Belanja ini merupakan belanja yang digunakan
secara bersama-sama (Common Cost)
untuk melaksanakan seluruh program/kegiatan unit kerja, serta digunakan secara
periodik (umumnya Bulanan) dalam rangka koordinasi penyelenggaraan kewenangan
pemerintah daerah yang bersifat umum.
Sedangkan Belanja Langsung adalah belanja yang
eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu program/kegiatan. Karakteristik
dari Belanja Langsung adalah input (alokasi
belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output yang dihasilkan. tentunya hal ini
untuk kesejahteraan rakyat, karena tuntutan Belanja Langsung adalah belanja
yang segala kosekuensinya mempengaruhi langsung untuk kesejahteraan rakyat. (Dokument Hasil Temuan BPK terhadap
pengelolaan keuangan Kab Bima; 2007)
| Views: 750 | Print |
|
Last Updated ( Wednesday, 27 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Pendidikan Politik Dan Pemilih Pemula |
|
|
|
|
Wednesday, 27 January 2010 |
|
Pendidikan Politik Dan Pemilih Pemula
"Barometer PILKADA Bima 2010"
Oleh : Rangga*
Enam bulan yang
akan datang, Kabupaten Bima bersama Enam Kabupaten dan Kota lainnya di NTB akan bersama-sama
melakukan perhelatan akbar demokrasi local, Pilkada (Pemilihan Langsung Kepala
Daerah). Kab Bima adalah salah satu dari 240 daerah kabupaten dan kota diseluruh Indonesia yang menyelenggarakan
Pilkada pada tahun 2010 ini. Tentunya, keikut sertaan kandidat dalam kancah
pertarungan politik khususnya dalam Pilkada Kab Bima sudah mulai hangat. Wacana
dan isu perubahan mulai merambah ditengah masyarakat. Pertarungan identitas dan
latarbelakang keluarga menambah semangat demokrasi local Bima akhir-akhir ini. Karakter
politik mulai dinampakkan dalam wajah pertarungan demokrasi Bima. Tentunya
sudah lebih baik dari perhelatan politik sebelum-sebelumnya.
Dunia politik
realitasnya akan selalu lekat dalam dimensi kehidupan manusia. Perwujudannya
akan selalu bisa ditemui dalam skala yang besar hingga skala yang terkecil.
Tentu dengan tingkat variasi kajian yang berbeda antara satu dimensi dengan
dimensi lain. Dalam beberapa minggu terakhir ini tentu kita sudah bisa
rasakan begitu kuatnya resonansi
politik yang hadir menuju perhelatan akbar Pilkada Kab Bima 2010.
Partai-partai politik nampak sudah mulai sibuk mempersiapkan diri dengan
berbagai aktivitas yang berorientasi pada penguatan citra dan sosialisasi untuk
menarik massa. Lebih-lebih
langkah-langkah strategis para kandidat yang sudah menyatakan diri untuk tampil
(Deklarasi) pada kancah politik yang akan datang.
Keadaan sosial
ekonomi bangsa yang belum begitu banyak beranjak dari keterpurukannya
nampaknya masih akan menjadi "barang dagangan" yang cukup menarik
untuk ditawarkan. Disamping masih banyaknya potensi tema kedaerahan yang lain
yang masih cukup menarik untuk diperdagangkan kepada khalayak umum. Tak
ketinggalan juga sebentuk kesadaran lokalitas yang semakin meng-kolektif. Tak
terkecuali terhadap wacana kepemudaan yang kian mencuat kuat di internal para
elit politik di Dana Mbojo ini. Cepat
atau lambat pasti akan muncul tarikan-tarikan yang cukup kuat antar partai
politik untuk menggiring generasi muda kedalam wadah politik yang bertujuan
untuk memfasilitasi berbagai kepentingan mereka saat itu maupun dalam akses
jangka panjang. Tentu tujuan-tujuan itu akan lebih banyak bersifat praksis
ketimbang sesuatu yang lebih ideologis, meski tidak semua akan menunjukan
perwajahan yang sama setiap saat.
| Views: 795 | Print |
|
Last Updated ( Wednesday, 27 January 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
|
WACANA BIMA TIMUR,
MERETAS PARADIGMA BARU PERUBAHAN BIMA
Oleh : Rangga
Dalam konteks paradigma pembangunan-isme, salah satu issu yang menjadi
fokus perhatian dari para aktifis pembangunan, adalah kesenjangan yang
sangat mencolok antara kelompok pemerintah yang berkuasa - termasuk
mereka yang berada dalam lingkaran kekuasaan - dengan masyarakat
kebanyakan. Baik itu kesenjangan dalam aspek ekonomi, politik, budaya,
maupun hanya sekedar kesenjangan pada akses mendapatkan informasi dan
komunikasi. Mental kekuasaan otoritarian yang dibangun diatas sikap mau
senang sendiri, telah mengebiri hak-hak masyarakat yang sangat
fundamental. Akibatnya, masyarakat seakan berada pada persimpangan
gelap yang tidak jelas arah juntrungannya. Selain itu dengan model
pembangunan rich country but small people, yang harus sering menderita
adalah komunitas masyarakat pinggiran yang sebagian besar bermata
pecaharian sebagai petani, nelayan, buruh, pekebun dan pedagang kecil.
Mereka hidup dalam kesepian karena tidak memiliki teman. Lebih-lebih
kemudian dipolitisir oleh kalangan elit untuk kepentingan yang merugi.
| Views: 3608 | Print |
|
Read more...
|
|
|
PROSPEK PARIWISATA BAHARI KABUPATEN BIMA |
|
|
|
|
Tuesday, 08 December 2009 |
|
Oleh : Muhammad Fahri*)
Mahasiswa Pasca Sarjana Bioteknologi Perikanan Unibraw Malang
Sebagai
daerah kepulauan yang eksotik dibelahan timur wilayah nusantara,
Kabupaten Bima sebenarnya memiliki potensi besar dalam memanfaatkan
pantai dan pesisir sebagai lahan potensial dalam menambah pundi devisa
daerah lewat optimalisasi pariwisata bahari. Banyak titik pantai yang
dapat diandalkan sebagai alternatif tempat menikmati nuansa laut yang
dapat dikelola sebagai asset yang berharga. Persoalan besar yang masih
memendam potensi ini adalah pola manajemen yang tidak pernah mengalami
inovasi yang serius. Padahal, kalau kita telaah dan amati beberapa
daerah di Jawa hanya memiliki pantai yang tidak seindah pantai kita di
kabupaten Bima, hanya dengan sentuhan manajemen modern dan berorientasi
asset ekonomis dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang
menguntungkan. Kabupaten Lamongan di Jawa timur dengan wisata bahari
memiliki pantai yang tidak terlalu istimewa dilihat dari sudut
lingkungan yang mulai tercemar. Tetapi wisata bahari Lamongan telah
menjadi ikon daerah dalam menggarap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan
nilai yang sangat fantastis. Hal ini menjadi hal yang luar biasa
setelah mengalami pembenahan pada pola manajemen wisata bahari yang
terintegrasi dan modern.
Contoh Kabupaten Lamongan Jawa timur,
hanya satu dari beberapa daerah yang mulai berbenah dengan potensi
wisata baharinya. Dilihat dari keunggulan komparatif, Kabupaten Bima
jauh lebih potensial untuk memiliki sarana wisata bahari yang lebih
eksotik dan menarik minat kunjungan tamu wisatawan baik domestik maupun
mancanegara. Secara kasat mata, Kabupaten Bima memiliki banyak
alternatif pantai yang cocok untuk dikembangkan. Potensi para
pengunjung kiranya Kabupaten Bima tidaklah terlalu jauh berbeda dengan
animo masyarakat yang membutuhkan dan memanfaatkan sarana wisata
bahari. Hanya pengelolaan potensi wisata bahari di kabupaten Bima belum
dianggap sebagai peluang yang menjanjikan sehingga terkesan tidak
serius untuk menggarap potensinya.
| Views: 561 | Print |
|
Last Updated ( Tuesday, 08 December 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
MEMBANGUN BIMA DARI PESISIR |
|
|
|
|
Tuesday, 08 December 2009 |
|
Oleh : Muhammad Fahri*)
Mahasiswa Pasca Sarjana Unibraw Malang
dan Staf Pengajar SMKN 1 Bima.
Daerah
Bima (Kabupaten dan Kota) terletak pada gugusan kepulauan sunda kecil
yang sekarang kita sebut dengan Nusa Tenggara Barat. Merupakan bagian
timur dari Pulau Sumbawa. Posisinya sangat penting dalam perspektif
Nusantara. Tak heran jika Bima dalam sejarahnya menjadi bagian daerah
pelabuhan penting dalam merangkai keutuhan wilayah Nusantara. Bangsa
penjajah sebangsa kolonial Belanda menjadikan Bima sebagai daerah
transit menuju belahan timur Indonesia baik itu dalam kepentingan
penjajahannya maupun dalam regulasi perdagangannya. Letak Bima yang
sangat strategis ini tidak lain adalah pemberdayaan potensi wilayah
yang terkait dengan kelautan. Akibatnya, Bima menjadi daerah yang
dikenal dunia luar. Berangkat dari sini, pembangunan Bima sejak dulu
telah dirintis dari sektor wilayah laut sebagai titik awal
perkembangannya.
| Views: 882 | Print |
|
Last Updated ( Tuesday, 08 December 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 10 - 18 of 51 |