|
Oe Lenga, Internet Bukan Cuma Facebook lho, (Blogger Bima kok belum muncul ya??) |
|
|
|
|
Tuesday, 01 December 2009 |
|
Saya tidak tahu persis, tetapi lebih
kurang dalam kurun waktu satu tahunan ini, internet sudah terasa sangat
mewarnai kehidupan masyarakat di Bima terutama di kota. Warnet-warnet
muncul dan tumbuh pada setiap tempat. Di jalan protokol pada sisi kiri
dan kanannya telah terpampang plang nama-nama warnet dengan berbagai
bentuk dan corak. Belum lagi di gang-gang kecil dan di dalam
perkampungan penduduk.
Kehidupan
online sepertinya sudah merasuk ke dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat. Sepanjang pengamatan saya jika melintasi jalan di depan
warnet yang ada, penuh dengan anak-anak muda yang kongkow berhadapan
dengan komputer. Penuh sesaknya warnet juga bisa dilihat dengan
banyaknya motor yang parkir di depan warnet tersebut. Tidak
hanya itu, bagi masyarakat golongan menengah ke atas, memasang internet
melalui telkom speedy di rumah masing-masing merupakan sesuatu yang
membanggakan.
Internet sudah
menjadi gaya hidup. Handphone sekarang tidak lagi hanya untuk mengirim
sms, bertelpon ria atau untuk multimedia, tetapi fungsinya bertambah
dengan digunakannya untuk berinternet. Modem GSM semakin banyak diburu
untuk dibeli demi memuaskan kehidupan online.
| Views: 371 | Print |
|
Read more...
|
|
|
MBOJO ADALAH BAGIAN DARI MAJA LABO DAHU |
|
|
|
|
Tuesday, 03 November 2009 |
Oleh : Mukhlis Galo
Ada ungkapan MBOZO yang cukup terkenal dan sering saya dengar dimasa saya masih kecil “ Berhubungan badan diluar nikah adalah tidak boleh ( haram ) “ suatu
ungkapan yang lahir dari tradisi islami masyarakat MBOZO yang religius,
namun ungkapan itu akhir – akhir ini sudah mengalami pergeseran nilai
atau dengan kata lain hilangnya nilai – nilai keagamaan dan
kemanusiaan, justru yang terkenal saat ini ungkapan yang berbunyi “ Berhubungan badan diluar nikah sepanjang suka sama suka tidak masalah ( Boleh ).”
ungkapan ini lahir akibat tergerusnya nilai keagaman, penurunan
kwalitas moral dalam kehidupan bermasyarakat, lihat bagaimana narkoba,
pencurian, perkelahian, perampokan, bahkan yang paling miris didengar
tumbuh suburnya perselingkuhan bak jamur dimusim hujan, inilah potret
masyarakat yang sedang “ SAKIT “ sakit yang
dimaksud adalah bukan menurunnya kekebalan tubuh yang mengakibatkan
badan menjadi lesu, lelah, panas dingin, melainkan hilangnya MAJA LABO DAHU. kata
– kata ini adalah yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupan
bermasyarakat yang ada diMBOZO saat ini, kata – kata inipun sudah mulai
kehilangan maknanya. Ketika MAJA LABO DAHU
sudah mulai tidak diagung – agungkan maka manusia itu sudah bisa
dipastikan prilakunya hampir menyamai hewan bahkan mungkin bisa lebih
dari sifat hewan, ini yang disebut dengan penyimpangan prilaku.
| Views: 511 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 03 November 2009 |
|
Oleh : Mukhlis Galo
Perubahan adalah sesuatu yang pasti tidak ada
satu orangpun yang mampu menahan apalagi meniadakannya, oleh karena itu
perubahan harus dibiarkan tumbuh dengan subur ditengah – tengah kita,
tanpa adanya perubahan kita hanya dikendalikan oleh kebiasan –
kebiasaan lama. Kita harus mulai berani mengatakan bahwa orang – orang
yang membawa perubahan itu adalah orang – orang hebat dan terpilih
sebab tidak semua orang bisa melakukannya.
Manusia sesuai
dengan kodratnya sudah pasti menginginkan perubahan karena pada
hakekatnya manuasi itu menginginkan kehidupan yang lebih baik. Kodrat
inilah yang memicu semua manusia untuk bertindak, berkehendak, berbuat
yang lebih dari hari – hari sebelumnya. Adalah wajar ketika ada dari
saudara – saudara kita yang berwacana agar kita harus berubah,
permasalahannya berubah kearah mana sudah barang tentu kearah yang
baik. Diantara masyarakat bima banyak yang belum siap menerima
perubahan itu, bahkan kita banyak yang kaget ketika menerima sebuah
perubahan, perubahan tergantung sungguh pada pondasi yang diletakkan
oleh kita yang mencanangkannya, yang dimaksud pondasinya itu adalah
VISI & MISI apabila visi dan misinya salah kita meletakkannya maka
sudah barang tentu semuanya akan menjadi salah tetapi apabila visi dan
misinya diletakkan ketempat yang baik maka semuanya akan baik.
| Views: 395 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 29 September 2009 |
|
Oleh : Erik Marangga
Terminal itu menyambut kepulanganku ke kotamu, ke kota kita. Terminal
tua yang semakin renta dan kusam. Bahkan deru perubahan yang
didengungkan massa dan media tidak merubahnya menjadi megah dan angkuh.
Eits…,tapi dia berubah. Berubah semakin kusam dan tua dan berbeban.
Seperti pak tua yang dipaksa untuk terus mengemban tugas anak muda di
kerentaannya. Kulangkahkan kakiku menapaki pojok kotamu, kota kita
berdua. Masih berdebu dan kumuh seperti dahulu. Kepergianku ternyata
tidak membuatnya lega karena berkurang sudah satu beban penduduk yang
harus ditampungnnya. Begitu juga gelombang kepergian pemuda kota ini
untuk menuntut ilmu mencoba untuk lebih baik katanya. Entah benar,
entah tidak. Tetap sama saja, tidak sedikitpun membuatmu melangkah
maju. Aku khawatir malah kau menapaki kembali langkah yang telah kau
lewati. Mundur seperti undur-undur.
Seperti yang aku bilang, kami pergi atau tidak tetap tidak memuatmu
bergeming maju. Atau kami semua harus kembali agar bisa membuatmu maju?
Ah…entahlah!
| Views: 471 | Print |
|
Read more...
|
|
|
Modernitas vs Moralitas di Dana Mbojo |
|
|
|
|
Tuesday, 23 June 2009 |
SELINGKUH MENJADI BUDAYA SELINGAN
"Modernitas vs Moralitas Di Dana Mbojo"
Oleh : Siti Khodijah (Ko'o)*
Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Apalagi, jika berkumpul dengan
orang yang disayangi, semuanya terasa indah. Tetapi, lain ceritanya
jika kelewatan hingga dini hari. Seperti yang dilakukan Diana dan
Roswati, siswa SMPN 2 Kota Bima, dan Arif Rahman serta Fendi, mahasiswa
STKIP Bima semester II. Meski malam telah larut, dini hari sekitar
pukul 00.30 Wita, mereka justru asyik memadu kasih di kawasan Wadu
Mbolo. Mereka diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bima
yang saat itu berpatroli ( www.sumbawanews.com 27/03/2009)
Mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan, " Ach, itu dah
biasa…", "Itu baru yang terciduk, masih banyak yang nggak kelihatan
tuch…" atau malah ada juga yang mengatakan "Sudah separah itu kok
remaja Bima sekarang". Kondisi ini memaksa penulis untuk meyakinkan
hati untuk bisa dengan jelas melihat realitas sekaligus kondisi ini dan
harus segera disikapi serius mengingat hal ini dipandang perlu dalam
rangka meminimalisir prilaku amoral masyarakat Bima.
| Views: 945 | Print |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 10 - 18 of 46 |