Home
"Turut berduka cita atas meninggalnya
Bapak Walikota Bima Drs. H.M. Noer A. Latif,
semoga beliau diterima disisi Allah SWT."


Home
Oe Lenga, Internet Bukan Cuma Facebook lho, (Blogger Bima kok belum muncul ya??) PDF Print E-mail
Tuesday, 01 December 2009
 
Saya tidak tahu persis, tetapi lebih kurang dalam kurun waktu satu tahunan ini, internet sudah terasa sangat mewarnai kehidupan masyarakat di Bima terutama di kota. Warnet-warnet muncul dan tumbuh pada setiap tempat. Di jalan protokol pada sisi kiri dan kanannya telah terpampang plang nama-nama warnet dengan berbagai bentuk dan corak. Belum lagi di gang-gang kecil dan di dalam perkampungan penduduk.
 
Kehidupan online sepertinya sudah merasuk ke dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Sepanjang pengamatan saya jika melintasi jalan di depan warnet yang ada, penuh dengan anak-anak muda yang kongkow berhadapan dengan komputer. Penuh sesaknya warnet juga bisa dilihat dengan banyaknya motor yang parkir di depan warnet tersebut. Tidak hanya itu, bagi masyarakat golongan menengah ke atas, memasang internet melalui telkom speedy di rumah masing-masing merupakan sesuatu yang membanggakan.
 
Internet sudah menjadi gaya hidup. Handphone sekarang tidak lagi hanya untuk mengirim sms, bertelpon ria atau untuk multimedia, tetapi fungsinya bertambah dengan digunakannya untuk berinternet. Modem GSM semakin banyak diburu untuk dibeli demi memuaskan kehidupan online.
| Views: 391 | Print

Read more...
 
MBOJO ADALAH BAGIAN DARI MAJA LABO DAHU PDF Print E-mail
Tuesday, 03 November 2009
Oleh : Mukhlis Galo

 

Ada ungkapan MBOZO yang cukup terkenal dan sering saya dengar dimasa saya masih kecil “ Berhubungan badan diluar nikah adalah tidak boleh ( haram ) “ suatu ungkapan yang lahir dari tradisi islami masyarakat MBOZO yang religius, namun ungkapan itu akhir – akhir ini sudah mengalami pergeseran nilai atau dengan kata lain hilangnya nilai – nilai keagamaan dan kemanusiaan, justru yang terkenal saat ini ungkapan yang berbunyi “ Berhubungan badan diluar nikah sepanjang suka sama suka tidak masalah ( Boleh ).” ungkapan ini lahir akibat tergerusnya nilai keagaman, penurunan kwalitas moral dalam kehidupan bermasyarakat, lihat bagaimana narkoba, pencurian, perkelahian, perampokan, bahkan yang paling miris didengar tumbuh suburnya perselingkuhan bak jamur dimusim hujan, inilah potret masyarakat yang sedang “ SAKIT “ sakit yang dimaksud adalah bukan menurunnya kekebalan tubuh yang mengakibatkan badan menjadi lesu, lelah, panas dingin, melainkan hilangnya MAJA LABO DAHU. kata – kata ini adalah yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupan bermasyarakat yang ada diMBOZO saat ini, kata – kata inipun sudah mulai kehilangan maknanya. Ketika MAJA LABO DAHU sudah mulai tidak diagung – agungkan maka manusia itu sudah bisa dipastikan prilakunya hampir menyamai hewan bahkan mungkin bisa lebih dari sifat hewan, ini yang disebut dengan penyimpangan prilaku.

 


 


| Views: 527 | Print

Read more...
 
SEBUAH PERUBAHAN PDF Print E-mail
Tuesday, 03 November 2009

Oleh : Mukhlis Galo


Perubahan adalah sesuatu yang pasti tidak ada satu orangpun yang mampu menahan apalagi meniadakannya, oleh karena itu perubahan harus dibiarkan tumbuh dengan subur ditengah – tengah kita, tanpa adanya perubahan kita hanya dikendalikan oleh kebiasan – kebiasaan lama. Kita harus mulai berani mengatakan bahwa orang – orang yang membawa perubahan itu adalah orang – orang hebat dan terpilih sebab tidak semua orang bisa melakukannya.

Manusia sesuai dengan kodratnya sudah pasti menginginkan perubahan karena pada hakekatnya manuasi itu menginginkan kehidupan yang lebih baik. Kodrat inilah yang memicu semua manusia untuk bertindak, berkehendak, berbuat yang lebih dari hari – hari sebelumnya. Adalah wajar ketika ada dari saudara – saudara kita yang berwacana agar kita harus berubah, permasalahannya berubah kearah mana sudah barang tentu kearah yang baik. Diantara masyarakat bima banyak yang belum siap menerima perubahan itu, bahkan kita banyak yang kaget ketika menerima sebuah perubahan, perubahan tergantung sungguh pada pondasi yang diletakkan oleh kita yang mencanangkannya, yang dimaksud pondasinya itu adalah VISI & MISI apabila visi dan misinya salah kita meletakkannya maka sudah barang tentu semuanya akan menjadi salah tetapi apabila visi dan misinya diletakkan ketempat yang baik maka semuanya akan baik.

| Views: 404 | Print

Read more...
 
Pulang ke Kota Kita PDF Print E-mail
Tuesday, 29 September 2009
Oleh : Erik Marangga
 
Terminal itu menyambut kepulanganku ke kotamu, ke kota kita. Terminal tua yang semakin renta dan kusam. Bahkan deru perubahan yang didengungkan massa dan media tidak merubahnya menjadi megah dan angkuh.

Eits…,tapi dia berubah. Berubah semakin kusam dan tua dan berbeban. Seperti pak tua yang dipaksa untuk terus mengemban tugas anak muda di kerentaannya. Kulangkahkan kakiku menapaki pojok kotamu, kota kita berdua. Masih berdebu dan kumuh seperti dahulu. Kepergianku ternyata tidak membuatnya lega karena berkurang sudah satu beban penduduk yang harus ditampungnnya. Begitu juga gelombang kepergian pemuda kota ini untuk menuntut ilmu mencoba untuk lebih baik katanya. Entah benar, entah tidak. Tetap sama saja, tidak sedikitpun membuatmu melangkah maju. Aku khawatir malah kau menapaki kembali langkah yang telah kau lewati. Mundur seperti undur-undur.
Seperti yang aku bilang, kami pergi atau tidak tetap tidak memuatmu bergeming maju. Atau kami semua harus kembali agar bisa membuatmu maju? Ah…entahlah!
| Views: 481 | Print

Read more...
 
Modernitas vs Moralitas di Dana Mbojo PDF Print E-mail
Tuesday, 23 June 2009
SELINGKUH MENJADI BUDAYA SELINGAN
"Modernitas vs Moralitas Di Dana Mbojo"

Oleh : Siti Khodijah (Ko'o)*

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Apalagi, jika berkumpul dengan orang yang disayangi, semuanya terasa indah. Tetapi, lain ceritanya jika kelewatan hingga dini hari. Seperti yang dilakukan Diana dan Roswati, siswa SMPN 2 Kota Bima, dan Arif Rahman serta Fendi, mahasiswa STKIP Bima semester II. Meski malam telah larut, dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, mereka justru asyik memadu kasih di kawasan Wadu Mbolo. Mereka diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bima yang saat itu berpatroli (www.sumbawanews.com 27/03/2009)
Mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan, " Ach, itu dah biasa…", "Itu baru yang terciduk, masih banyak yang nggak kelihatan tuch…" atau malah ada juga yang mengatakan "Sudah separah itu kok remaja Bima sekarang". Kondisi ini memaksa penulis untuk meyakinkan hati untuk bisa dengan jelas melihat realitas sekaligus kondisi ini dan harus segera disikapi serius mengingat hal ini dipandang perlu dalam rangka meminimalisir prilaku amoral masyarakat Bima.
 
| Views: 968 | Print

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Results 10 - 18 of 46
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu