Home
"*****"

Selingkuh Menjadi Budaya Selingan PDF Print E-mail
Monday, 18 February 2008
Article Index
Selingkuh Menjadi Budaya Selingan
Page 2

oleh : Rangga
Ketua Umum Tambora Study Club (TSC) Makassar
kelompok Pengkaji EKOPOLSOSBUD daerah Bima - NTB

Tulisan ini adalah sekedar goresan emosional saya pada tahun lalu, mungkin masih hingga tahun ini tentang realitas penyimpangan sosial di Dana Mbojo. saya pernah mengirimnya juga di website Sumbawanews. tapi tidak ada yang mengomentarinya, padahal saya sedang berusaha untuk men-curhat-kannya. walaupun tulisan dibawah ini sudah usang namun saya yakin fenomenanya masih masih dianggap baru. dibagian akhir setelah tulisan ini saya sempat meng-up date kasus terbaru yang terjadi di Dana Mbojo. Selamat membaca dan berharap untuk dikomentari.

Membaca Opini dengan judul 'Selingkuh' oleh Website ini (posting: admin) saya jadi kikuk menjadi manusia sekaligus putra Dana Mbojo yang terbilang sebagai daerahnya para ksatria (Baca: Dana Mbojo, Dana Mbari : N Marewo) yang selalu didoktrin dengan slogan 'Maja Labo Dahu' oleh kabupaten Bima dan 'katadapu ma tedi, katedi pu ma tada' oleh Kota Bima. Lantas dimana 'maja' (Malu), dimana 'Dahu'(takut), apa yang mesti di 'katada' (nampakkan), kenapa 'katedi' (yang baik) menjadi 'kamaja' (memalukan) ketika perselingkuhan merajalela dinadi para elit birokrat dan elit sosial masyarakat ?. Mohon maaf - saya sedang bermain-main dengan otak kiri saya. sekiranya ada yang tersinggung, saya pikir itu hal yang wajar karena ke-normal-an kita sebagai manusia biasa.

Seminggu yang lalu saya kembali dari kampung halaman (Red; Bima). Selama 10 hari pula saya terasa betah. tidak ada yang berubah namun banyak yang dirubah, tidak ada yang istimewa namun nampak kemewahan, tidak ada kemegahan karena kehidupan yang ogah-ogahan. Saya menjadi tidak betah setelah saya membaca media cetak lokal Bima. 2 hari setelah sampai di Bima saya membaca tentang berita kasus perselingkuhan salah seorang oknum anggota Dewan Kab Bima. Karena muak, saya tinggalkan dan 3 hari berikutnya saya membaca tentang penggerebekan di sejumlah hotel/wisma/motel di kota Bima, 5 orang PNS tertangkap basah sedang berduaan dalam kamar (selingkuh). Karena mual, saya tinggalkan juga dan 3 hari kemudian saya kembali rindu untuk membaca koran, sedang asyik membaca, muncul Judul 'Bupati Bima menindak 10 orang PNS yang melanggar kode etik sebagai PNS', 8 diantaranya tertangkap basah sedang berselingkuh.
Saya jadi berpikir, setiap kali saya ingin membaca koran selalu perselingkuhan mewarnai pemberitaan. Bagaimana dengan selang beberapa hari ketika saya tidak membaca koran? Apa beritanya selalu diwarnai dengan perselingkuhan? 2 hari sisa waktu saya habiskan untuk melakukan investigasi dengan melakukan inventarisi kasus melalui media cetak lokal Bima. Sebuah angka yang boombastic bagi saya pribadi, angka yang saya temukan adalah yang di ekspos oleh media (ketahuan) bagaimana dengan angka yang belum ter-ekspos (tidak ketahuan)???

Dari pemberitaan Media saya mendapatkan data Perselingkuhan PNS mencapai 72 orang dalam kurun waktu (Januari – Agustus 2007). 28 orang diwilayah Kab Bima, 44 orang diwilayah Kota Bima. Dalam satu smester saja terjadi 72 kasus, bagaimana dalam kurun waktu satu Tahun ??? Apakah hal ini menjadi sesuatu yang dibiasakan? Dalam salah satu Harian lokal media cetak Bima pada tanggal 5 September yang lalu menyatakan bahwa “...Bupati Bima menindak 10 orang PNS yang terbukti kuat melanggar ke-tata praja-an, 8 diantaranya adalah kasus perselingkuhan...”. Lantas apa kasus-kasus sebelumnya dibiarkan 'mengeram' kemudian 'menetas' berkembangbiak? Dimana MUI Kota dan Kab Bima Berada???

Dalam Buku Dasar-Dasar Logika, saya mendapat pengajaran bahwa ' segala sesuatu memiliki konsekwensi... sesuatu hal dianggap tabu karena tak biasa kemudian menjadi biasa ketika selalu dibenar-benarkan. Ketika biasa sering dibiasakan akan menjadi terbiasa hal ini jika kuat melekat dalam diri kemudian ada konsistensitas antara keyakinan dan implementasi maka akan menjadi sebuah budaya. Untuk merubah sebuah budaya, dibutuhkan waktu yang lama karena ada generasi sosial yang rantainya harus 'dipangkas'.
Beberapa kasus perselingkuhan elit birokrasi maupun politik mencuat pada akhir 2006 sampai pertengahan 2007. Beberapa yang saya ketahui antara lain kasus Ketua Dewan Kota Bima disebuah hotel di mataram, perselingkuhan salah seorang anggota DPRD Kab Bima Disalah satu ruangan di kantor Dewan yang terhormat, Fenomena Ketua MUI kota Bima yang tertangkap basah saat bersama wanita lain ditempat yang tidak etis. Beberapa jejer nama-nama yang tidak asing lagi ditelinga para aktifis politik dikota/kab Bima juga mewarnai catatan investigasi yang saya lakukan pada beberapa hari waktu tersisa. Jika sudah demikian adanya, mulai dari Dewan yang terhormat hingga juga menimpa Majelis Ulama ditanah Bima, maka hal ini saya pikir akan menjadi sebuah selingan yang mengasikan. Apa di kata apabila selingkuh menjadi selingan yang mengasikan ditengah hiruk pikuk slogan “jum'at khusu', Pembumian Al Quran, Maja Labo dahu, dll”.

Pada tahun 2006 yang lalu saya sempat menulis sebuah buku yang kini masih dibrendel kemunculannya oleh pemerintah kota Bima. Pada saat saya meminta kesediaan walikota Bima untuk memberikan kata sambutan dalam buku tersebut, malah bapak Walikota Bima memaki maki atas buku tersebut, katanya akan menjelekan nama daerah, akan menghancurkan citra daerah, akan memperburuk kondisi daerah dan seabrek kata – kata lainnya. Buku yang saya tulis memang sedikit agresif dengan judul “SEKS IN THE BIMA CITY” (167 hal). Tapi jangan dikira buku ini hanya sekedar dongeng belaka, saya menulis buku tersebut atas dasar penelitian dan advokasi yang akurat atas keterangan dan data – data yang disajikan. Selama 3 bulan saya mengikuti likukan kehidupan malam dikota Bima, ngebuburit hingga kelorong esek-esekan yang sangat rapi terselubung di kota Bima.
Tapi saya harus akui bahwa kecendrungan untuk melakukan kegiatan perselingkuhan di Bima memang sangat besar peluangnya. Selain ketidakberatan lingkungan sosial, keagresifan masyarakat serta unfertilisasi budaya barat yang langsung termakan begitu saja oleh masyarakat Bima. Jika anda membaca buku saya (Red ; Seks in The Bima City), saya yakin anda akan sangat paham mengapa fenomena perselingkuhan di Bima sangat rentan dan meningkat setiap tahunnya.Dan saya rasa ini bukanlah sesuatu yang aneh ditengah kehidupan masyarakat yang sangat menjunjung keislamannya. Namun akan menjadi sebuah masalah kemudian ketika kita membiarkannya berlarut – larut dalam sebuah kebiasaan yang akan terserap menjadi sebuah budaya, minimal sebagai sebuah selingan sosial ala barat. Sebab generasi kita kedepan akan tumbuh diatas kebiasaan itu, masih adakah Maja Labo Dahu yang kita banggakan sebagai ksatria Dana Mbojo ???

Saya teringat salah seorang teman disalah satu media cetak lokal Bima mengumpat anggota dewan dengan kalimat pendek tapi menusuk “...mereka yang lupa Ayat ingat kursi...”. Saya sempat berpikir untuk memahaminya, Dan memang maknanya sangat luas. Seperti halnya dalam ulasan buku Seks In The Bima City yang mengupas mulai dari ; nonton Bareng KDI Eka Bima hingga Gejala yang bergejolak. Ketika hal ini merasuk menjadi virus kehidupan, dimana para kalian yang meraung-raung intelek !!! dimana para kalian yang meraung-raung tentang Firman dan Hadist !!! Dimana para kalian yang berbicara tentang moral !!! apakah ini bukan persoalan yang anak cucu kalian akan menghinggapinya ??? kalian anggap semua ini jijik, muak, mules, dll tapi anak cucu kalian di jamannya nanti juga akan lebih agresif menghidupinya dalam kehidupan mereka.

Haruskan dibiarkan membiak hingga merasuk jiwa yang akan terisak hingga tak tersesalkan atau dipangkas mulai hari ini dengan mengumpulkan dan memberikan ruang aspirasi bagi ide-ide kreatif para muda mudi Dana Mbojo yang penuh inovatif. Bagi anggota Dewan yang terhormat, birokrasi yang dihormati, mohon untuk membuka lebar-lebar ruang publik yang positif demi kelanjutan generasi kita, tutup rapat-rapat ruang negatif yang bisa saja masuk lewat celah-celah ke-iri-an, kedengkian dan saling sikut menyikut para bapak – bapak yang terhormat dan yang dihormati. Selanjutnya terserah anda untuk menempatkan diri, apakah kalian dengan senang hati melihat kebangsatan atau kebajikan tumbuh di Dana Mbojo Dana Mbari. Wallahuallam

UP DATE Beberapa kasus terbaru yang berkaitan dengan tulisan diatas :

  1. Pemuda (26 thn) memperkosa adik ipar nya sendiri yang masih dibawah umur (11thn) didesa Mpili Kec Donggo. (kasus ini diberitan juga di 'Tabir Kejahatan' SCTV pada minggu, 20 Jan 2008) kejadian pada tanggal 26 Desember 2007
  2. Kakek berumur 56 tahun memperkosa Bunga (bukan nama sebenarnya) yang baru berumur 11 tahun yang merupakan tetangganya sendiri hingga belasaan kali pada tahun 2007. kejadian dimulai pada awal bulan Juni 2007 hingga oktober 2007 di keluarahan Rabadompu, Kota Bima
  3. Dua warga Sambinae (26 thn & 28 Thn) memperkosa Bunga (bukan nama sebenarnya) didepan pacarnya sendiri pada 12 Desember 2007. pada saat kejadian mereka sedang asik duduk diatas motor ditanjakan sonco tengge, kota Bima. pelaku juga merampas beberapa benda berharga korban.
  4. Kakek berusia 85 thn memperkosa Bunga 11 thn di Sape pada 25 desember 2007.
  5. Pemuda (17thn) memperkosa Ponakannya (9thn) sendiri ditengah tambak diwilayah kelurahan tanjung pada siang hari 25 januari 2008. pemuda tersebut memperkosa ponakannya setelah menonton Film Porno di HP temannya.
  6. Ibu rumah tangga (20thn) nyaris diperkosa oleh pemuda (25thn) dalam kamarnya sendiri di sonco lela pada 21 des 2007.
  7. Pagar makan tanaman, pemuda (22thn) yang dipercaya untuk menjaga rumah, memperkosa anak majikannya (14thn) berulangkali dirumah korban sendiri di melayu kota bima pada desember 2007.
  8. Empat orang oknum polisi diduga memperkosa seorang mahasiswi (20thn) STIE Bima setelah dipaksa menegak minuman keras dikosnya sendiri. setelah mabuk, ia diperkosa oleh empat oknum polisi secara bergiliran, ditiga tempat yang berbeda yaitu diwadumbolo, dikos salah seorang oknum polisi dan dikos korban sendiri. kejadian ini membuat geram beberapa ormas dan element masyarakat serta menjadi fenomenal. terjadi pada sept 2007.
  9. Yak (60thn) memperkosa ast (17thn) berulang kali sejak bulan juni 2007. peristiwa memuncak ketika Yak menyeret Ast yang sedang mencuci pada jam 7 malam. karena teriakan Ast warga berkumpul dan Ast menceritakan semuanya. kejadian di Bedi-Monggonao, kota Bima, 22 nop 2007. kejadian ini membuat tegang situasi dimonggonao selama 3 hari.
  10. Seorang gadis bisu (24thn) diperkosa oleh pemuda (22thn) di desa Pela, Monta. pada 13 Okt 2007. korban dipaksa Minum Topi miring (Miras), disekap sehari semalam. selama itu korban diperkosa oleh pelaku.
  11. Sul (40thn) Manager Koperasi LMPP-M3 Bima samudra dan Win (16thn) pelajar MAN 2 Kota Bima, digrebek Massa sedang berhubungan intim layaknya suami istri disalah satu rumah dikelurahan Paruga kota Bima pada 26 Januari 2008.
  12. Beberapa Laporan masyarakat masuk ke setda Kab Bima atas beberapa kasus Perselingkuhan pegawai Dispertapa Kab Bima. hal ini membuat Bupati Bima Geram dan mengancam untuk memecat para Pegawai tersebut jika terbukti. laporan tersebut masuk sejak awal januari hingga Februari 2008 ini.
  13. Kasus perceraian dikota Bima pada tahun 2007 mencapai 711 pengajuan berkas kasus di Pengadilan agama (PA) Raba Bima.
  14. Sepanjang tahun 2007 KUA Kec Woha mencatat 168 orang menikah dibawah umur dan semuanya adalah pernikahan bermasalah atau Married Be Accident (MBA).
  15. Dibeberapa HP yang dirazia dibeberapa SLTP dan SMU dikota Bima awal Januari 2007ditemukan adegan mesum semi dan Full porno beberapa wanita bima. hal ini diketahui dari adegan para wanita tersebut yang berbicara dengan menggunakan Bahasa Bima. ironisnya para wanita tersebut berbeda-beda
  16. Seorang pelajar asal lewi rato, Kota Bima melakukan adegan tak senono yang direkam melalui HP dikamar kosnya sendiri. adegan tersebut dilakukan dalam kondisi mabuk Miras.
  17. Seorang Pemuda Bima merekam sendiri adegan seks bersama pacarnya melalui kamera HP dikamar kos pemuda tersebut. diketahui pada pertengahan Januari 2008.
  18. 6 Pelajar Siswi SLTP 1 Kab Bima (Woha) ditangkap basah oleh Sat POL PP woha. 6 Siswi SLTP tersebut sedang Asyik menenggak Miras ditengah sawah disekitar wilayah Tente III (antara desa Tenga dan Naru) pada 7 des 2007
  19. Ditemukan orok bayi dijembatan lampe dan diindikasikan sebagai hasil hubungan gelap. penemuan tersebut oleh warga pada 14 Februari 2008
  20. Pada tahun 2007 ditemukan 16 kasus penemuan orok bayi yang diindikasikan sebagai hasil dari hubungan gelap. termasuk penangkapan dukun aborsi di bedi-Monggonao kota Bima pada awal september 2007
  21. Di Dana Mbojo, tercatat 29 kasus perkosaan yang dilaporkan di Polres maupun Polresta Bima selama tahun 2007. kasus Asusila sebanyak 18 kasus serta kasus pelecehan seksual sebanyak 14 kasus. semua kasus tersebut adalah yang dilaporkan dan atau yang terekspos oleh media.

(Sumber Data : Polresta Bima, Polres Bima, Bima Ekspres, Suara Mandiri, www.sumbawanews.com. tahun data 2007 dan awal 2008)
Views: 4548 | Print

  Comments (12)
RSS comments
1. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 26-02-2008 05:56
itulah refleksi dari hilangnya nilai agama dan moral yang digantikan oleh ajaran dari sinetron dan kebablasan teknologi dari masyarakat "Mbojo", 
satu hal yang juga menjadi kebiasaan nda dana mbojo adalah sikap "Batu Lata" tampa melihat baik dan buruknya suatu masalah :grin  
LaNo (hadir)
2. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 22-03-2008 11:05
saya prihatin dengan kota bima padahal bima mayoritas muslim apakah ngga ada pendidikan agama , saya minta dengan aparat hukum yang bejat2 itu di hkum dengan seberat 2 nya
3. Written by Baba Dole, on 27-03-2008 08:01
sebenarnya saya merasa bangga dilahirkan di Dana Mbojo (Bima), kenapa bangga??, \"karena ketika saya pulang ke bima kemudian kembali ke Makassar pasti teman2 saya menanyakan oleh2 (Buah Tangan) Bawang Merah, Madu dll.\" karena itulah ciri khas mbojo yg dikenal di daerah lain khususnya di makassar, namun bagaimana perasaan saya ketika teman2 saya tidak lagi menanyakan oleh2 berupa bawang merah, madu melainkan menanyakan tentang perselingkuhan???, bayangkan!!!, dimana saya harus membuang muka saya???, jangan ditanya \"bagaimana perasaan saya\" tentu saya sangat \"Kecewa\" :x
4. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 28-03-2008 04:08
persoalan sosial seperti yang bang rangga sampaikan cukup memilukan, perselingkuhan dan pemerkosaan bukan menjadi hal yg luar biasa lagi di bima tetapi sudah menjadi hal yang biasa, fenomena apa ini??? :zzz
5. Written by bientan, on 03-04-2008 15:14
Jadi kangen masa kecil aku dulu, mandi hujan basah2an, mandi ke laut, tapi semuanya dilakukan dgn damai dan sederhana, nggak berita negatif seperti ini ( jaman SD dulu ke kebun groso adalah hal yang menyenangkan, jaman sekarang? anak SD dah Pinter Dandan..!!! takut panas, apalagi mau main ke gunung kayak kami dulu yaa?? ck ckc ck
6. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 04-04-2008 15:36
salam kenal tuk temen- temen cina ro angi sae ro ari..yang peduli terhadap perkembangan dana mbojo, saya sangat prihatin atas kasus seperti ini menjadi contoh bagi kita bersama untuk sama-sama membenahi diri yang dimulai dari diri kita sendiri. Dengan adanya fenomenal seperti ini saya sangat ingin sekali seluruh pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam milis ini untuk mendorong dan memberikan dukungan atas buku yang akan diterbitkan sodara Rangga, dan menurut saya rangga tidak perlu meminta dukungan kata - kata pengantar dari pemerintah Bima soalnya pemerintah kita sendiri bejat moralnya, untuk itu saya berharap buku itu terus diterbitkan dan kita siap membantu tuk menyebar luaskan kepada seluruh masyarakat bima yang ada di jakarta maupun di bima sendiri. Saya adalah orang yang sangat salut dengan apa yang anda lakukan. 8)
7. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 07-04-2008 16:31
:grin  
aduh,mas rangga. sebagai dou mbojo,saya benar-benar malu menjadi dou mbojo karena peristiwa peristiwa memalukan di atas terjadi di dana mbojo yang bersama kita cinta. 
mungkin kejadian tak bagus di atas karena pengaruh westernisasi,modernisasi yang kebablasan. etika dan moralitas dan budaya mbojo yang sangat luhur telah tergantikan oleh nilai-nilai permisive yang semau gue. hal tsb patut diwaspadai dan disesali.  
sebagai dou mbojo saya berharap, kita dapat menjaga nama baik bima tercinta jangan sampai kejadian tsb terulang lagi. malu kan??? di mana sih hati nurani mereka yang berselingkuh dan sex bebas. 
aku bener ga kebayang banget deh. 
sebagai putri bima di perantauan ( ortu keduanya asli mbojo, dan aku lahir, besar ,kuliah dan kerja di jakarta), sungguh sangat trenyuh mndengar fakta yang mas beberkan. sedih,miris. 
tapi aku yakin mas, masih banyak orang bima yang baik dan berprestasi ( mungkin bisa diekspos, jangan cuma berita perselingkuhan dan sex bebas yang bhuat kepala pusing dan perut mual). 
salam kenal buat mas rangga....
8. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 14-04-2008 10:10
Tulisan rangga seharusnya disikapi oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota. Isu selingkuh memang mewabah, cukup modal suka sama suka okelah. Sebagai aparatur pemerintah yang pernah menangani masalah kasus-kasus PNS di Kab Bima karena itu sebaiknya reward and punisment harus ditegakan tanpa pandang bulu.
9. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 24-04-2008 06:28
nuntu si mpa'a mena kai siwe laina weinde, sapodakaina nawancuku iha adeku ringa, auku di mpa'a menakaina siwe la'o wara wei ro rahina aka uma, toba, dapehe tuna.... 
nuntusi ndaiku wancuku na'e nawaku, ndai dou mbojo ma wancu nenti kacia au ra nggahi ruma, pala indo loa menamu kabunekamanaeeeee.....
10. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 21-05-2008 13:46
memang sangat memprihatinkan, semua serba hilang tergores kemajuan jaman dan teknologi. saya ingat tentang kasus anak SMU putri kota bima yang memfoto diri dalam keadaan setengah bugil, sungguh menarik. perselingkuhan terjadi menjadi trend seiring dengan sinetron yang menawarkan cerita cinta dan perselingkuhan dan bahkan ceritanya kadang tentang kehamilan diluar nikah, sungguh tragis kemana acara yang mendidik, kemana budaya maja labo dahu, kemana budaya rimpu, kemana kehidupan masyarakat bima yang religius, kemana peran tokoh masyarakat dan tokoh agama. tokoh yang harus kita banggakan malah memberi contoh buruk. "SUNGGUH MEMALUKAN" sebagai seorang manusia. mudah-mudahan orang-orang yang melakukan perselingkuhan tersebut sadar akan ungkapan bahwa, "SELINGKUH TAK SELAMANYA INDAH" untuk dunia maupun akhirat.


Last Updated ( Monday, 18 February 2008 )
 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu