Home
"*****"

ASI KALENDE' SIAPA YANG PUNYA (Rantai sejarah yang hilang) PDF Print E-mail
Tuesday, 18 March 2008
oleh : Rangga

Terinspirasi dari tulisan kanda Zainuddin, tentang "Asal Usul Masyarakat Bima" beberapa waktu yang lalu. Walaupun tulisan tersebut merupakan kutipan dari www.sumbawanews.com. Tapi hal itu tidak mengurangi niat baik kanda dalam memberikan informasi kepada khalayak ramai, putra-putri Dana Mbojo tentang Asal usul Masyarakat Bima itu sendiri. Untuk beberapa title tulisan berikut adalah merupakan kajian sejarah ke- Dana Mbojo- an. Tulisan berikut adalah
coretan-coretan oleh-oleh dari Bima pada bulan Januari lalu. Yang intinya adalah keluh kesah ketika melihat tapak sejarah yang mulai ditinggalkan oleh generasi.

Bangunan tua itu masih tegap berdiri dengan anggun. Meski beberapa bagiannya sudah nampak lapuk dan tak terawat. Beberapa bagian yang melengkapi bangunan induk Asi Kalende yang berada dibagian timur dan selatan, pun konon telah lapuk dan dirubuhkan. Asi Kalende adalah Istana Ruma Bicara atau Perdana Menteri kesultanan Bima. Istana ini tidak jauh dengan pusat kota. Ataupun dengan Istana Kesultanan (ASI) itu sendiri. Hanya berjarak lebih kurang satu kilo meter. Tak jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Dilihat dari model Site Plan nya, bahwa penataan sebuah kota pada kerajaan Bima sudah mencapai peradaban tinggi -untuk ukuran kerajaan besar yang ada diwilayah Indonesia Timur. Model perencanaannya hampir serupa dengan kompleks kesultanan besar di Nusantara seperti; Jogyakarta, Cirebon, dan kerajaan-kerajaan besar lainnya. Ini menandakan bahwa apapun peninggalan sejarah di Bima, seperti halnya Asi Kalende, adalah bangunan sejarah yang perlu dilestarikan. Sebidang tanah yeng terbilang sangat luas (yang dulu adalah bagian dari pekarangan Asi Kalende) kini tersisa menjadi beberapa are saja. Lalu
kemana separuh dari luas tanah itu?

Dari hasil penelusuran saya disekitar kompleks Asi Kalende, bahwa Tanah Asi Kalende sudah habis dijual. Fakta ini terjadi sekitar tahun 2000 lalu. Bahwa tanah yang ada dihalaman depan telah dijual oleh salah satu keturunan Ruma Bicara terakhir Abdul Nabi. Lelaki yang akrab dipanggil Dae Pawang, adalah salah satu keturunan yang katanya berhak atas bangunan Asi Kalende beserta tanah. Namun bukti kongkrit dari sejarah tenggelamnya Asi Kalende, hingga kaburnya silsilah kepemilikan sah atas bangunan bersejarah itu sempat menjadi gunjingan berbagai pihak. Bukan saja pihak keluarga atau kerabat, pun pemerintah daerah menyesalkan atas dijualnya tanah cagar budaya yang sangat kaya dengan sejarah tersebut.

Puluhan are tanah Asi Kalende dijual secara sepihak oleh Dae Pawang tanpa melakukan musyawarah atau pemberitahuan kepada pihak keluarga keturunan Raja Bicara lainnya terlebih dahulu. Tanah tersebut dijual ke pemilik perusahaan PO. Jawa Baru. Tak heran bila bangunan cagar budaya itu kini tak nampak lagi bila dilihat dari depan atau dari jalan Datuk Dibanta – Paruga. Tak ada pemandangan seindah dahulu, seperti yang disaksikan pada masa -masa sebelumnya. Karena pada areal tanah yang dimaksud telah dibangun sebuah bangunan gudang/bagasi PO. Jawa Baru dan bengkel cucian mobil.


Terlepas dari milik pribadi atau hak waris keturunan yang mana, tetapi semenjak tahun 1980 bangunan itu telah masuk dalam catatan Cagar Budaya Nasional, serta dilindungi oleh pemerintah RI. Dengan demikian maka sudah sepantasnya pemerintah Kabupaten dan Kota Bima memperhatikan atas kelesetariannya. Pada tahun 1995 – 1996, pemerintah pusat berencana untuk membelinya. Bukan berarti merampas dari kepemilikan keluarga bangsawan tersebut, melainkan memintanya untuk direnovasi dengan konsekwensi, bahwa bangunan Asi Kalende tersebut tetap ditempati oleh pihak keluarga yang bersangkutan. Namun entah persoalan apa, sehingga niat baik pemerintah pusat melalui pemerintah daerah pada waktu itu tidak digubris oleh Dae Pawang. Kini Dae Pawang telah almarhum (2003)


Meski kini keadaannya yang tak terawat, namun aura bangunan panggung yang dulu pernah menjadi salah satu pusat pemerintah kerajaan Bima tersebut tetap terasa lekat dan sarat dengan nilai historis. Sekitar tahun 90-an masyarakat Bima masih sempat menyaksikan bangunan bersejarah itu berdiri dengan gagah. Salah satu rekaman sejarah yang membuat masyarakat Bima bangga terhadap masa lalu yang gemilang. Pada dekade 90-an, ketika meliwati jl. Datuk Dibanta, bangunan tersebut dapat dilihat secara seksama dari jalan raya. Halaman depan yang lapang serta bagian muka bangunan yang menghadap ke Barat, tepat searah lurus dengan gerbang Timur Masjid Al-Muwahidin (sigi na'e). beberapa pohon yang sudah berumur purba juga pernah ada disekitarnya. Sisi menarik dari gaya arsitek bangunan yang lajim disebut sebagai Asi Kalende tersebut, bukan hanya bentuknya yang megah dan besar. Namun, lebih kepada fungsinya. Konon, disinilah kediaman sekaligus aktifitas roda pemerintahan kesultanan Bima berjalan. Raja Bicara atau Perdana Menteri kesultanan Bima, menempatinya bukan hanya sebagai tempat tinggal atau Istana Raja Bicara, namun tempat dimana menjadi mesin perputaran roda pemerintahan dan lahirnya kebijakan.


Berdirinya Asi Kalende, konon dahulu (entah tahun berapa, tidak ada referensi kuat yang bisa mengungkapkannya) merupakan Istana yang didirikan pada masa kerajaan yang jauh lebih tua- pra pemerintahan kesultanan. Belum ada referensi atau penelitian yang bisa dijadikan
barometer untuk mendeteksi kapan dan pada masa kekuasaan kerajaan yang mana adanya cikal bakal Istana ASI Kalende. Adakah tabir rahasia tentang ASI Kalende ini terungkap? Untuk menelisik siapa keturunan yang berhak atas tanah bekas Asi Kalende. Terlepas dari persoalan pewarisannya. Tapi yang paling penting adalah bahwa tempat sejarah itu merupakan salah satu cagar budaya sejarah yang harus di upayakan pelestariannya. Pemerintah dalam hal ini harus bisa memperjuangkannya untuk dikembalikan seperti sediakala. Sebab, itu adalah kekayaan sejarah Dana Mbojo, sekaligus kebanggaan rakyat. Rakyat Bima lebih berhak untuk mempertanyakannya kembali. "Asi Kalende Siapa Punya?"


Views: 4235 | Print

  Comments (7)
RSS comments
1. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 19-03-2008 20:33
de ndai kasomke wati kone badeku wara bangunan bersejarah ta mbojo selain ASI MBOJO, tarima kasih banyak sa'e paida tunti ba ita bade kaiku wara asi kalende...!!! btw selain ASI MBOJO lb ASI KALENDE wara wali kombi bangunan bersejarah mbojo ake???
2. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 27-03-2008 00:52
:roll Baru tau sya... ternyata Asi Kalende itu memang ada. Tapi sangat disayangkan nilai historis dan budaya sebesar itu tidak bisa lagi dinikmati oleh generasi Dou Mbojo yang lain. :cry :cry  
 
Tega nya oknum2 yang menjual warisan yang maha bernilai itu, digantikan keberadaannya dengan pencucian mobil.... 
sama saja menjual harga diri dou mbojo.
3. Written by Bongkar, on 09-04-2008 14:42
Penjualan warisan leluhur kerajaan BIma merupakan cerminan ketidak becuh-nya masyarak Bima akan nilai2 yang pernah mengantarkan Bima menjadi masyarak yang disegani, warisan leluhur berupa harta benda lambat laun hilang tapi lebih menyedihkan apabila tata-nilai yang pernah nenjadi pegangan masyarakat Bima hilang............ 
Masyakat Bima tidak akan bangkit dari keterpurukan selama masyakat Bima tidak menerapkan nilai2 tersebut pada pribadi masing2.....hanya waktu dan tenaga yang terbuang sia2 untuk memperjuangkan kebangkitan Bima apabila pribadi kita sendiri tidak menerapkan nilai2 tersebut..........MARI KITA MULAI SEKARANG, MULAI DARI PRIBADI KITA SENDIRI UNTUK MENERAPKAN NILAI2 TERSEBUT...........ITULAH ISLAM..........
4. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 09-04-2008 12:28
Memang mungkin sudah sifat ndai mbojo cenderung tidak menghargai peninggalan sejarah, sehingga sampai hari ini belum ada kejelasan bahwa nama mbojo itu dari mana dan asal usul orang Bima sebenarnya dari mana, pemda tidak pernah dengan sungguh2 menjaga peninggalan sejarah, seharusnya Bupati Bima saat ini yg kebetulan berdara sangaji menggali ulang sejarah Bima.  
Smoga Bupati kita peduli terhadap sejarah mbojo.
5. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 14-04-2008 09:43
Asi mbojo adalah warisan yang tak ternilai harganya dan kebanggaan dou dana mbojo. Banyak daerah yang tidak mempunyai warisan sejarah. karena itu sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kota Bima mempunyai kepedulian terhadap warisan sejarah. Ingat generasi yang akan datang akan mempertanyakan hal itu...
6. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 23-04-2008 08:31
nuntusi mantiri ro ma romboniiii. sapoda kaina asi kalendere bune ra nggahiba ndai guru to'i esere wa'uni, na wa'ura landa ba dou makalai. pala lembo ade douma landanani, indodarakanta kai ba nami, ake wa'ura made tonto ra'akani... nuntusi ndaiku wancuku na'e nawaku, au turu karawi menande... tobbba da pehe tuna... 
mai, ndai ma wara aka forum ake, mai ta ka raso menaku dana ro rasa ndai eseka, bune kombi carani, pai madula ese rasa cina ro angie... manangi bune nangi dou ma fi'i pakiba rahina :(
7. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 27-05-2008 07:46
Terlalu.......kalau memang asi re wau poda ra landa ba do madanta maja, tolong om fery yang keturnan sangaji atau do mbojo ma wara mena aka rasa doure takaboro mena pitini di eli kai mbali ta asi re, bune ja ra pede re kala u ana ra ompu ndai mena wnga lao mena si ese mbojo, waa menam anam da asika, pala asi de pala waura ntau dou, be menaku si semboyan MADA LABO DAHU RE, TOLONG Pak bupati dan orang bima semuanya kekayaan khasanah bdaya kok di jual :cry :cry

Write Comment
Name:
E-mail
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



MathGuard security question, please solve:
 
NXH         5TL      
R      A    T     HWH
6PP   W8A   RUT      
W W    C      L   WK1
R7Q         F59

powered by AkoComment Tweaked

Last Updated ( Tuesday, 18 March 2008 )
 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu