Home
"*****"

Internet Untuk SMAN 1 Belo (Cenggu) PDF Print E-mail
Tuesday, 09 December 2008
Article Index
Internet Untuk SMAN 1 Belo (Cenggu)
Page 2
Oleh : Muhammad Olan Wardiansyah 
 
 Tepat 1 minggu sejak tanggal 18 sampai tanggal 25 November 2008, pemasangan wireless jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional) yang menghubungkan modem dan router yang ada Dinas Dikpora (Pendidikan Pemuda dan Olah Raga) ke SMAN 1 Belo dilakukan dengan kerja keras dan tidak mengenal jam kerja. Target utama kami adalah bagaimana SMAN 1 Belo bisa terkoneksi ke internet.
Berbagai macam kendala yang dihadapi oleh tim kami kadang membuat stress tapi karena sering becanda pada saat pemasangan, jadinya kondisi stres bisa ditekan.

Kondisi Kabupaten Bima kalau dilihat secara geografis memang sangat sulit untuk penetrasi internet melalui wireless, hal ini disebabkan karena banyaknya gunung yang memisahkan antar desa/kecamatan, sehingga sinyal wireless tidak sempurna bahkan terhalang sama sekali.
Rencana awal pemasangan wireless yaitu dari kantor Dikpora, antene grid parabolic di arahkan pada SMPN 1 Soromandi, kemudian di arahkan lagi ke salah satu titik di sekitar Talabiu, baru kemudian di tembakkan ke SMAN 1 Belo.

Tapi rencana ini gagal, karena posisi SMPN 1 Soromandi, tidak strategis dan terhalang oleh gunung di sekitar panda. Untuk mencoba rencana ini kami menghabiskan waktu 3 hari tanpa memperdulikan cuaca. Segala daya upaya yang kami lakukan tidak membuahkan hasil, posisi antene grid yang kami pasang di Talabiu tidak mampu menangkap sinyal radio yang dipancarkan dari SMPN 1 Soromandi. Dalam posisi yang tertekan kami dikejutkan lagi dengan adanya berita duka yang menimpa salah satu anggota tim.

Gagal skenario pertama, kami mencoba skenario ke dua. Rencana saya bersama tim (the tower men : akmal dan nanang) Antene Grid yang menangkap sinyal dari Dikpora dipindahkan ke salah satu titik di O'O, Donggo. Untuk melancarkan skenario tersebut kami melakukan survey lapangan untuk melihat langsung kondisi real lokasi yang kami tuju.

Selama pelaksanaan kegiatan, dukungan penuh diberikan oleh Pak Taslim (Kepala Sekolah SMAN 1 Belo), termasuk pada saat survey, di sela-sela kesibukannya sebagai kepala sekolah, beliau meluangkan waktu menemani kami untuk melakukan survey ke Donggo.
"Anggap ini perjalanan wisata", demikian kalimat yang keluar dari mulut Pak Taslim saat perjalanan menuju Donggo. Perjalanan yang sangat menyenangkan, sedikit dapat menghibur pikiran yang dalam kondisi tertekan.

 Setelah tiba di O'O, kami disuguhi pemandangan yang sangat menarik (wow...bima memang indah, meskipun gersang), cuaca yang sejuk dan semua daratan dan lautan Bima dapat terlihat dengan mata telanjang, menghapus penat saat perjalanan.

Ada 2 lokasi yang sangat strategis untuk dipasangi antene di daerah O'O, yaitu di SDN Inpres dan di PLN. setelah tanya kiri-kanan, kami lalu mencoba menghubungi Kepsek Inpres O'O untuk meminta izin penggunaan lahan untuk pemasangan pipa antene. Tapi sayang saat kami bertandang beliau tidak ada di tempat. Gagal maning....gagal maning.

kami lalu mengumpulkan kembali informasi tentang orang dalam PLN untuk memperlancar rencana berikutnya yaitu memasang antena di tower yang dimilik oleh PLN. Ada sedikit pencerahan, ketika tau bahwa Kepala Bagian Jaringan intranet PLN masih keluarga dari Pak Taslim.
Meskipun begitu, kami mencoba merancang skenario berikutnya seandainya rencana pemasang di Donggo mengalami hambatan. Doro NaE merupakan rencana terakhir.

Tepat juga yang kami pikirkan sebelumnya, rencana untuk PLN gagal.
Ya, sekarang kami jalankan rencana terakhir. Mata dan pikiran sudah tertuju pada Doro NaE.
Untuk izin penggunaan tower telkom, tidak terlalu dipersoalkan, karena sejak menggeluti dunia IT dan dipercaya untuk menyebarkan internet untuk pendidik dan bergaul dengan segala macam alat-alat wifi dan internet, saya akhirnya kenal dengan petinggi-petinggi telkom.

Semua alat-alat yang kami pasang sebelumnya di SMPN 1 Soromandi, kami bongkar, pindah lokasi.
Doro NaE merupakan gunung yang strategis untuk menghubungkan wilayah-wilayah di Bima, terbukti dengan banyaknya alat-alat wifi dan radio komunikasi yang terpasang di sana. Mulai dari Tower milik PT. Telkom, Tower TVRI, Tower milik PLN, belum lagi alat-alat lainnya yang menumpang di tower-tower tersebut.

Jalan menuju Doro NaE tidak terlalu bagus, tanjakan dan turunan sangatlah ekstrim, untuk menuju ke sana berdasarkan jarak sekitar 12 KM sampai menuju puncak di ukur dari gerbang untuk naik ke atas gunung tersebut.
Pada saat menuju ke sana, hujan lebat mengguyur kota Bima, tapi tidak mampu menghalangi tekat kami untuk cepat memasang perangkat di atas puncak tower. sebelumnya alat-alat penting seperti laptop dan aksesoriesnya telah kami bungkus dengan plastik.

Setelah sampai di puncak gunung, hujan telah reda, kesempatan ini tidak kami sia-siakan. Saya bersama nanang memanjat tower, Pak Ramiaji membantu di bawah.
Antene Grid beserta wireless telah di setting, dan telah di arahkan pada posisi kantor Dinas Dikpora, kami hanya dapat mengira-ngira posisi kantor, meskipun cuaca tidak lagi hujan, tetapi awan masih menutupi hampir seluruh kota. Saya memeriksa signal strength (kekuatan sinyal) di laptop masih sangat kecil, setelah antene digeser beberapa derajat, hoopla, sinyal bertambah secara signifikan (full). Antene kemudian di kunci oleh Nanang, dan di Doro NaE di atas tower kami bisa internetan untuk mencoba kualitas kecepatan browsing.

Berikutnya, kami pasang antene yang mengarah ke Talabiu. Setelah selesai, memasang dan mengeset alat, sore sampai malam kami melanjutkan kerja di Talabiu, target kami minimal malam itu, Talabiu sudah bisa tersambung ke internet. Kerja keras berbuah hasil, 70 % rencana telah berhasil diselesaikan.
Keesokan harinya, target terakhir yaitu SMAN 1 Belo. Boleh dikata untuk finishing tidak terlalu mengalami kendala berarti, gangguan-gangguan kecil tetap ada, tetapi secara keseluruhan kami telah mencapai target untuk menyambungkan internet dari Dinas Dikpora sampai ke SMAN 1 Belo.
Sekarang SMAN 1 Belo sudah bisa menikmati hasilnya, internet online 24 jam bisa dinikmati (kecuali mati lampu, dan ini merupakan penyakit di Bima).

Sungguh ini merupakan kerja keras untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bima. Rasa capek dan stress terbayar saat paman google terpampang di monitor laptop milik kawan-kawan guru di sana.
Saya pribadi merasa salut dengan kepemimpinan Pak Taslim di sekolah tersebut yang mau maju dan berkembang tanpa memperdulikan dana yang dikeluarkan. (saya ingin mengulas pandangan-pandang hasil diskusi saya dengan beliua untuk kemajuan pendidikan pada tulisan khusus di blog saya).

Thanks alot : Pak Taslim (Great Big Bos) beserta istri, Pak Ramiaji, Pak Budi, Pak Yudi, Kak Nur, Fatmawati dan tidak lupa Pak Agung Rupawan (Helpdesk Jardiknas Dinas Dikpora Kab.Bima)
Selamat menikmati dunia tanpa batas dan perpustakaan raksasa

Views: 1811 | Print

  Comments (13)
RSS comments
1. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 09-12-2008 22:10
Wah, saya sangat salut pada Anda beserta team. Ini menurut sy adalah perjuangan berat yg sangat melelahkan. Tetapi sangat membanggakan ketika tujuan yg diinginkan tercapai.  
Perkenalkan sy mas, sy pendatang di Bima. Belum genap 5 bulan sy disini. Dengan dunia internet boleh dikata sy sudah akrab. Sebelum di Bima sy sangat sering berinteraksi dg internet. Tetapi berbeda dg di Bima saat ini, sy hanya bisa pasrah dg keadaan disini. Smp skrg yg sy ketahui warnet hanya ada sebuah, itupun pakai dial-up tel-instan, yg menurut sy, jauh dari puas. Makanya sy merasa senang ketika menemukan tulisan ini. Mungkin Anda bisa memberikan masukan pada sy mengenai koneksi internet di Bima. Dimana sy bs nyolokin laptop sy, atau dimana sy bs menikmati hotspot. Sekarang sy hanya mengandalkan layanan internet broadband dr Tsel dg GPRS krn kita ketahui 3G blm menjangkau Bima. Sekian dulu dari sy mas. Atas bantuannya sy ucapkan terima kasih. Selamat memajukan Bima dengan internet.
2. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 20-12-2008 13:46
bapak skrg tinggal d mana? kalo di kota bima sudah ada beberapa warnet. untuk hotspot di SMKN 1 Bima telah saya sediakan, gratis!!!
3. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 21-12-2008 13:54
wah, salut dengan perjuangan Bang Olan membuat kabel tak terlihat diatas langit Bima, sebuah usaha yang saya pribadi juga anggap mustahil untuk terlaksana mengingat kondisi topografi Bima yang berbukit dan bergunung. Sekali lagi salut dan apresiasi setinggi-tingginya untuk bang Olan dan Team.  
 
Sekelumit cerita abang menambah keinginan saya untuk secepatnya kembali ke Bima, dan menyaksikan sendiri seberapa berbedanya Bima sekarang.
4. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 25-12-2008 03:24
Sy sebagai anggota team sangat bersyukur dng keberhasilan yang kita capai, walaupun belum maksimal, karena kendala di SMA N 1 Belo Barusan aja kena bencana Banjir, sehingga semua komputer di Lab. kontan kemasukan air dan lumpur. dan juga komputer untuk routernya terpaksa kita gunakan sebagai ganti komputer yang ada di TU jadi di SMA N 1 Belo internetnya belum bisa dibagi semua komputer yang ada. ya kita maklumi aja sebab dana yang kita gunakan sudah maksimal, jadi sekarang ya bersabar dulu. Dan untuk sekolah-sekolah disekitar SMA N 1 Belo yang mau gabung supaya sekolahnya bisa berinternetan pakai Jardiknas bisa Hub. Pak M. Olan Fardiansya sebagai Ketua teknisi ICT Kab Bima ato langsung ke SMA N 1 Belo. terimah kasih atas semuanya, khususnya team yang sudah kerja keras dan untuk Bos SMA N 1 Belo banyak2 terima kasih atas perhatiannya.
5. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 26-12-2008 01:53
Maju terus dunia internet mbojo 8)
6. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 27-12-2008 02:58
mudah-mudahan awal yg baik bagi perkembangan IT di bima... 
7. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 29-12-2008 04:25
8-) terima kasih pak atas infonya. Besok sy coba di SMKN 1 Bima.  
 
Saya tinggal di Raba. Beberapa hari yg lalu saya sudah coba warnet didalam pasar Raba. Bagus..
8. Written by hanafirmansyah, on 01-01-2009 11:19
Saya pernah tugas di pulau buton,disana hotspot dari diknas tidak hanya dipasang di sekolah-sekolah,tapi juga di tempat publik, sehingga isa banyak orang yang menikmati. 
waktu itu saya isa menikmati internet gratis di alun-alun kota, sambil menikmati pisang goreng dan segelas saraba yang banyak dijual disitu. 
 
mungkin ini bisa kita jadikan contoh.. misalnya pemda sediakan semacam pusat jajanan (macam ama hami di kota bima) lalu disitu dipasang hotspot gratis (mkn bisa yang dari diknas). minimal kita punya 2 keuntungan,pertama masyarakat jadi lebih melek internet,kedua ekonomi meningkat karena jajanan pasti lebih laku
9. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 05-01-2009 17:57
kesenjangan IT di bima memicu dampak negatif  
bagi dunia pendidikan,oleh sebab itu perlu adanya  
pengembangan IT secara terus menerus di setiap lembaga  
pendidikan formal bukan hanya di SMU Cenggu saja tetapiu 
SD,SMP dan SMU,SMK dan lembaga pendidikan Tinggi di bima agar pelajar tidak ketinggalan akses informasi yang 
berjalan di dunia maya alias Internet. 
 
salam perubahan untuk kawan-kawan yang menginginkan bima maju dalam perspektif tehnologi informasi.
10. Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 08-01-2009 12:28
@ hanafirmansyah, memang di wilayah2 yang sudah maju cafe dgn fasilitas hotspot sudah menjamur. Bima baru saja masuk speedy jadi mungkin belum mencapai ke sana, tapi mungkin beberapa waktu yang akan datang akan demikian adanya.


Last Updated ( Tuesday, 09 December 2008 )
 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu