Home
"*****"

Modernitas vs Moralitas di Dana Mbojo PDF Print E-mail
Tuesday, 23 June 2009
SELINGKUH MENJADI BUDAYA SELINGAN
"Modernitas vs Moralitas Di Dana Mbojo"

Oleh : Siti Khodijah (Ko'o)*

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Apalagi, jika berkumpul dengan orang yang disayangi, semuanya terasa indah. Tetapi, lain ceritanya jika kelewatan hingga dini hari. Seperti yang dilakukan Diana dan Roswati, siswa SMPN 2 Kota Bima, dan Arif Rahman serta Fendi, mahasiswa STKIP Bima semester II. Meski malam telah larut, dini hari sekitar pukul 00.30 Wita, mereka justru asyik memadu kasih di kawasan Wadu Mbolo. Mereka diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Bima yang saat itu berpatroli (www.sumbawanews.com 27/03/2009)
Mungkin bagi sebagian besar orang akan mengatakan, " Ach, itu dah biasa…", "Itu baru yang terciduk, masih banyak yang nggak kelihatan tuch…" atau malah ada juga yang mengatakan "Sudah separah itu kok remaja Bima sekarang". Kondisi ini memaksa penulis untuk meyakinkan hati untuk bisa dengan jelas melihat realitas sekaligus kondisi ini dan harus segera disikapi serius mengingat hal ini dipandang perlu dalam rangka meminimalisir prilaku amoral masyarakat Bima.
 
Perselingkuhan yang mengarah kepada amoralitas sudah sering kita jumpai ditengah kehidupan masyarakat Bima. Sebagain besar mengatakan bahwa modernitas hari ini memberi ruang keniscayaan atas prilaku hidup masyarakat Bima kearah freedom of action. Namun harus dikaji lebih jauh atas eksistensi (ber'ada') masyarakat Bima itu sendiri. Masyarakat Bima yang mengenal dan hidup dalam slogan 'Maja Labo Dahu' oleh kabupaten Bima dan 'Katadapu Ma Tedi, Katedi Pu Ma Tada' oleh Kota Bima. Lantas dimana 'Maja' (Malu), dimana 'Dahu'(takut), apa yang mesti di 'Katada' (nampakkan). Kenapa 'Katedi' (yang baik) menjadi 'Kamaja' (memalukan) ketika perselingkuhan merajalela dinadi para birokrat dan kalangan sosial masyarakat?. Mohon maaf - saya sedang bermain-main dengan otak kiri saya. sekiranya ada yang tersinggung, saya pikir itu hal yang wajar karena ke-normal-an kita sebagai manusia biasa.

Baru-baru ini, aparat birokrasi pemerintahan Kab Bima berstatus PNS dilaporkan ke inspektorat Kab Bima karena terlibat affair (perselingkuhan) dengan suami korban. Mereka (pasangan selingkuh) dipergok oleh sang istri dan anak gadis dari laki-laki pasangan selingkuh tersebut di pantai Amahami kota Bima. Apapun alasannya, selingkuh tetaplah selingkuh. Kebiasaan masyarakat seperti ini -tidak terlepas para oknum PNS-, sudah mulai merasuki budaya social Bima yang kental dengan religi islam-nya. Bukan hanya itu, oknum anggota polresta Bima, Bripda `N' diputuskan oleh Majelis hakim dengan hukuman penjara 2 (dua) bulan dan denda Rp 2 juta, atas pelanggaran terhadap pasal 49 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yaitu menelantarkan istrinya. Motif atas pasal 49 tersebut tidak lain adalah perselingkuhan.

Pada agustus 2008 yang lalu, 23 orang oknum PNS dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bima di'sidang' atas pelanggaran terhadap PP 10 Tahun 1980 jo PP 45 Tahun 1983 tentang Ijin Perkawinan dan Ijin Percereian. Disamping itu, telah melanggar PP 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai. 18 orang dari 23 PNS tersebut bermotif perselingkuhan dan Nikah siri. Atas pelanggaran 23 Oknum PNS tersebut menurut Humas Pemkab Bima dapat dikategorikan menjadi tiga, yakni ringan, sedang, dan berat. Pelanggaran ringan mendapat sanksi teguran lisan, sedang sanksi dengan penundaan gaji berkala selama setahun, penurunan gaji dan penurunan pangkat. Bagi pelanggaran berat, jenis hukumannya dengan penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama setahun, pembebasan dari jabatannya, pemberhentian dengan hormat dan terakhir pemecatan secara tidak terhormat. "Kawin liar termasuk kategori pelanggaran berat," tuturnya (Bimeks, 26 agustus 2008)

Yang lebih ironi lagi adalah tersebarnya video porno 3gp HP pasangan selingkuh antara oknum kepala sekolah salah satu SLTP di Kab Bima dengan seorang pegawai Honda (honor daerah) Lingkup Dikpora Kab Bima pada akhir 2008 yang lalu. Video tersebut sangat heboh hingga jajaran Diknas propinsi harus pula turun tangan menanganinya. Kasus tersebut berakhir dengan pemecatan secara tidak terhormat terhadap 2 pasangan selingkuh tersebut. Belum lama berselang, Salah satu warga yang terjaring razia tim gabungan, Sabtu (8/11, 2008), adalah seorang guru Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berinisial FD asal Kecamatan Woha. Dia kepergok petugas berada dalam kamar hotel bersama pasangan tak resmi. Oknum CPNSD tersebut adalah seorang guru pengajar pada salah satu SLTP Di Kab Bima. FD ditangkap bersama 19 orang, 12 perempuan dan tujuh laki-laki, yang juga pasangan selingkuh serta PSK dan seorang lagi adalah Caleg (calon legislatif) nomor urut 1 pada salah satu parpol kab Bima. (www.sumbawanews.com)

Selang 2 bulan yang lalu Aparat Polresta Bima menjaring dua pasangan tidak resmi (pasangan selingkuh) di dua hotel berbeda, Sabtu (14/3), dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Satu pasangan adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Bima bersama pasangannya tenaga honor di RSUD Bima (Bimeks, 16/3). Lagi-lagi seorang pegawai honor daerah (abdi masyarakat) dengan mahasiswi salah satu PTS Bima (masyarakat akademik). Sebulan sebelum itu Oknum Pol PP Kab Bima dilaporkan berselingkuh hingga membuahkan janin dalam rahim seorang janda asal Labuhan Kananga Tambora. Legislative kab Bima pun bersuara bahwa "pemecatan, harga pantas bagi tindakan amoral" (Bimeks, 3/3-09).

Maraknya kasus-kasus asusila yang terjadi sepanjang tahun 2008 hingga pertengahan 2009 ini, MUI Kab Bima seharusnya dapat menggugah semua pihak khususnya kaum muslim. Termasuk bagaimana membentengi jiwa anak dengan nilai-nilai keagamaan. Karena hal ini adalah juga menjadi tugas dan tanggungjawab orang tua. Kesadaran pribadi juga harus terus ditanamkan. Karena tidak mungkin kebaikan akan muncul sendiri, tanpa harus melalui proses pembiasaan. Jangan biarkan kata-kata, statement maupun pernyataan `anti amoral' yang kemudian kita menafikan diri didalamnya.

Begitu pula para mahasiswa, harus lebih hati-hati dalam memilih tempat kost, karena sarat dengan fenomena tempat mesum. Kost adalah lingkungan interaksi yang kerap mempengaruhi kehidupan sehari-hari mahasiswa/i. Sehingga jangan heran dan tersinggung bila kemudian ada isu dan rumor yang berkembang bila rumah kost adalah "sarang maksiat kecil-kecilan". Hal itu tidak bias dinafikan keberadaannya, oleh sebab itu, sebagai masyarakat intelektual akademik harus peka terhadap persoalan ini. Boro-boro mau mengkritisi serta menyalahkan keberadaan pantai Amahami sebagai lokasi prostitusi terselubung dan wilayah maksiat kota Bima, wilayah kost sendiri belum bisa dikritisi atas prilaku amoral. Namun penulis tidak me-general-kan bahwa semua kost demikian. Tapi sangat tidak menutup kemungkinan jika kita tidak mawas diri akan hal itu.

Konteks inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat kita terutama kaum intelektual Bima (Mahasiswa), bahwa ada banyak tugas besar menanti kita didepan sana. Mungkin tidak berujung, dan mengharuskan tangan kita yang menyelesaikannya. Demi Dana Mbojo, yang menjadi tempat anak cucu kita belajar merangkak, berdiri dan berlari. Tak ada jaminan bahwa Bima hari ini akan seperti ini atau akan merubah diri seiring waktu berjalan. Masyarakat Bima, harus tetap mawas diri dalam melihat realitas social. Mahasiswa pun harus mampu memahami konteks pembangunan yang terjadi. Apabila dua sisi ini mampu di satukan melalui kesepahaman sosial, maka penyimpangan social akan mampu di minimalisir termasuk budaya selingkuh yang sedang menjalar ditengah-tengah kehidupan sosial kita. Kearifan local akan terangkat, budaya local menjadi pedoman, pemerintah bersih dan berwibawa akan melahirkan masyarakat yang bersahaja dan Mahasiswa akan tetap pada kejayaannya sebagai intelektual muda yang kemudian akan mengurus generasi berikutnya. wallahualambissawab

*Penulis adalah Mahasiswa STKIP Bima
Aktif berkecimpung dalam Komunitas Kafe Baca `BABUJU'

Views: 1357 | Print

RSS comments

Write Comment
Name:
E-mail
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



MathGuard security question, please solve:
 
JEU         IQD      
  7    6    P     A91
MGD   M2I   KPF      
  2    S      3   AUY
FHP         TE8

powered by AkoComment Tweaked

 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu