Home arrow Artikel & Berita arrow SEBUAH PERUBAHAN
"*****"

SEBUAH PERUBAHAN PDF Print E-mail
Tuesday, 03 November 2009

Oleh : Mukhlis Galo


Perubahan adalah sesuatu yang pasti tidak ada satu orangpun yang mampu menahan apalagi meniadakannya, oleh karena itu perubahan harus dibiarkan tumbuh dengan subur ditengah – tengah kita, tanpa adanya perubahan kita hanya dikendalikan oleh kebiasan – kebiasaan lama. Kita harus mulai berani mengatakan bahwa orang – orang yang membawa perubahan itu adalah orang – orang hebat dan terpilih sebab tidak semua orang bisa melakukannya.

Manusia sesuai dengan kodratnya sudah pasti menginginkan perubahan karena pada hakekatnya manuasi itu menginginkan kehidupan yang lebih baik. Kodrat inilah yang memicu semua manusia untuk bertindak, berkehendak, berbuat yang lebih dari hari – hari sebelumnya. Adalah wajar ketika ada dari saudara – saudara kita yang berwacana agar kita harus berubah, permasalahannya berubah kearah mana sudah barang tentu kearah yang baik. Diantara masyarakat bima banyak yang belum siap menerima perubahan itu, bahkan kita banyak yang kaget ketika menerima sebuah perubahan, perubahan tergantung sungguh pada pondasi yang diletakkan oleh kita yang mencanangkannya, yang dimaksud pondasinya itu adalah VISI & MISI apabila visi dan misinya salah kita meletakkannya maka sudah barang tentu semuanya akan menjadi salah tetapi apabila visi dan misinya diletakkan ketempat yang baik maka semuanya akan baik.

Visi dan misi yang baik akan melahirkan tatanan yang baik. pertanyaannya apakah kita semua siap menerima perubahan yang serba cepat seperti sekarang ini ? Atau jangan – jangan pemkot dan pemda yang selalu salah merumuskan visi dan misi untuk bima tercinta, kalo benar pantas saja perang antar kampung yang diwakili oleh ngali dan renda selalu bergolak bahkan info yang kita dapat aparat sendiri tidak berdaya menyelesaikan kasusnya bahkan bupati sendiri seolah – olah tersandera.

Berbicara budaya ada budaya yang baik ada yang jelek, budaya yang jelek bisa ditiadakan atau di stop apabila pemimpin punya keinginan kuat untuk merubahnya sebab pemimpin punya segalanya kekuatan, kekuasaan, aparat, yang bisa ditakuti oleh siapapun. Kita bisa melihat dengan realitas yang ada bahwa masyarakat manapun tidak cukup efektif merubahnya. kita tidak bermaksud mengecilkan keberadaan masyarakat, peran kita tetap dibutuhkan tapi hanya sekedar melakukan kontrol terhadap pemerintah. Pemerintah ( pemimpin ) harus menjadi garda terdepan untuk melukukan revolusi karakter agar karakter yang suka berperang sesama bima bisa ditiadakan, kami juga sangat merindukan pemberita yang muncul dilayar kaca adalah pemberitaan yang mengusung keberhasilan putra – putra bima, sebab bima juga adalah salah satu daerah yang sering melahirkan orang – orang hebat untuk Indonesia walaupun masih malu – malu mengaku orang bima.( tidak perlu saya sebutkan namanya )

Kami sangat senang melihat perkembangan yang selalu di lakukan oleh kita semua yang ada di bimacenter mengkritisi, mengungkapkan fakta dilapangan, tapi pertanyaan saya apakah yang kita tulis ini dibaca juga oleh wali kota dan bupati? . Apakah kita juga tidak sebaiknya membuat suatu rekomendasi secara resmi untuk pemkot dan pemda sebab saya perhatikan yang bergabung kebimacenter belum ada dari orang yang mengaku dari pemkot maupun pemda. Teman – teman ku yang baik pupuklah kebersamaan kita hanya kita yang mungkin masih perduli terhadap bima yang kita cintai ini, harapan saya adalah buatlah perbedaan terus menerus sebab dari sanalah kita bisa menemukan sesuatu yang berguna bagi bima tercinta, asalkan jangan membuat perbedaan itu menjadikan kita terkotak – kotak.. maju terus bimacenter!

Salam dari teman2 LIBIDO Tangerang


Views: 626 | Print

RSS comments

Write Comment
Name:
E-mail
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



MathGuard security question, please solve:
 
F6W         GHW      
L      3      T   KEO
BNF   4C6     C      
1 5    9      7   OGT
99X           B

powered by AkoComment Tweaked

 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu