Produk Unggulan
| Madu Alam Bima |
| Sarung Tenun |
| Mutiara Alam |
Pengunjung







![]() | Hari ini | 100 |
![]() | Kemarin | 185 |
![]() | Minggu ini | 989 |
![]() | Bulan ini | 5143 |
![]() | Total | 172230 |
Bapak Walikota Bima Drs. H.M. Noer A. Latif,
semoga beliau diterima disisi Allah SWT."
| MBOJO ADALAH BAGIAN DARI MAJA LABO DAHU |
|
|
|
| Tuesday, 03 November 2009 | ||||||
|
Oleh : Mukhlis Galo
Ada ungkapan MBOZO yang cukup terkenal dan sering saya dengar dimasa saya masih kecil “ Berhubungan badan diluar nikah adalah tidak boleh ( haram ) “ suatu ungkapan yang lahir dari tradisi islami masyarakat MBOZO yang religius, namun ungkapan itu akhir – akhir ini sudah mengalami pergeseran nilai atau dengan kata lain hilangnya nilai – nilai keagamaan dan kemanusiaan, justru yang terkenal saat ini ungkapan yang berbunyi “ Berhubungan badan diluar nikah sepanjang suka sama suka tidak masalah ( Boleh ).” ungkapan ini lahir akibat tergerusnya nilai keagaman, penurunan kwalitas moral dalam kehidupan bermasyarakat, lihat bagaimana narkoba, pencurian, perkelahian, perampokan, bahkan yang paling miris didengar tumbuh suburnya perselingkuhan bak jamur dimusim hujan, inilah potret masyarakat yang sedang “ SAKIT “ sakit yang dimaksud adalah bukan menurunnya kekebalan tubuh yang mengakibatkan badan menjadi lesu, lelah, panas dingin, melainkan hilangnya MAJA LABO DAHU. kata – kata ini adalah yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupan bermasyarakat yang ada diMBOZO saat ini, kata – kata inipun sudah mulai kehilangan maknanya. Ketika MAJA LABO DAHU sudah mulai tidak diagung – agungkan maka manusia itu sudah bisa dipastikan prilakunya hampir menyamai hewan bahkan mungkin bisa lebih dari sifat hewan, ini yang disebut dengan penyimpangan prilaku.
Adalah benar apa yang telah ditulis oleh Abraham Maslow bahwa manusia adalah salah satu mahluk yang paling aneh dan unik, bisa dibayangkan manusia punya kemampuan merubah sifatnya dalam hitungan detik tanpa harus melawati proses, lihat....! produk yang dihasilkan oleh manusia...! sadis, galak, ganas, bejat, sulit dimengerti, didekati malah menjauh, di jauhi malah mendekat itulah manusia, oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita agar manusia seperti ini harus mampu diarahkan dan diluruskan sebab sedikit saja kita terlambat mengarahkan maka kebiasaan buruk itu akan menggerogoti manusia lainnya. Caranya cukup sederhana bagi teman – teman yang punya kemampuan untuk menulis, tulislah..!, yang punya kemampuan berdakwah maka berdakwalah..!, yang punya kemampuan mengajar maka mengajarlah...!, yang punya kemampun jadi pengacara jadilah pengacara yang baik dengan begitu saya punya keyakinan kita pasti mampu keluar dari penyimpangan prilaku yang telah disebutkan diatas.
Saya adalah putra MBOZO lahir di Desa Risa Kecamatan Woha merasa sedih sekaligus marah apabila setiap saya baca koran, buka internet, berita dilayar kaca sungguh menyedihkan kondisi masyarakat MBOZO saat ini, disana ada pemerkosaan, bunuh membunuh, berkelahi, rampok, nyolong ( mencuri ) bahkan perselingkuhan dilingkungan pemerintahan yang notabene adalah kaum intelektual muda. harga diri kita sebagai orang mbozo dicampakkan diatas bara kebencian siapun yang melihat, menonton, dan mendengarkan. bukankah pendahulu kita adalah orang – orang yang hebat, kaya akan ilmunya, tutur sapanya, tingkah lakunya yang mengundang simpati semua orang dikawasan Indonesia timur.(baca pula sejarah Bima )
Dulu kontrol sosial masyarakat mbojo sangat ketat, namun akhir – akhir ini mulai terkikis dan terlindas oleh apa yang datang dari barat yaitu kebebasan berekspresi dan berbicara sehingga orang tidak takut lagi terhadap nilai luhur yang pernah ditanamkan oleh pendahulu kita yaitu MAJA LABO DAHU. Dulu ketika ada salah satu diantara kita yang menyimpang maka semua orang dikampung tersebut akan membicarakannya sampai ada istilah “ wou ngara sia aka bune wou ta'i “ sehingga orang yang mau melakukan penyimpangan akan berpikir ulang, akan tetapi sekarang istilah tersebut sudah mulai luntur karena itu dianggap fitnah padahal yang dikatakan fitnah adalah membicarakan orang lain yang tidak sesuai dengan apa yang kita bicarakan. itulah sebenarnya kontrol sosial yang paling ampuh.
Untuk membenahi serta menghindari hal – hal tersebut diatas maka perlu juga mengambil langkah – langkah konkrit dari kita semua yaitu memberikan pencerahan lewat media internet, yang didalamnya terdapat Bimacenter, Website Kabupaten Bima, koran lokal, ceramah agama, dan lain sejenis itu, itu bisa dilakukan oleh orang MBOZO yang ada diMBOZO maupun yang ada di luar MBOZO karena untuk membenahi sebuah permasalahan sudah barang tentu yang dibutuhkan faktor internal dou MBOZO bukan faktor external, adapun faktor external hanya bisa dijadikan acuan atau patokan untuk mengambil suatu tindakan sebab internal mbojolah yang tau apa yang harus dilakukan.. SEKIAN WASSALAM...........
Salam dari Team LIBIDO Tangerang Views: 528 | Print
powered by AkoComment Tweaked |
||||||
Yang Online
We have 10 guests onlineKomentar Terakhir
| KABUT DUKA DILANGIT BIMA |
| Turut berduka cita, semoga amalnya diterima oleh Allah SWT, ... |
| 10/03/10 01:36 More... |
| By Wawan |
| Bima dan Kejayaan Kapal Kayu |
| Industri Kapal Rakyat memang seperti dianak tirikan oleh bir... |
| 07/03/09 05:56 More... |
| By Rhakateza |

























