Produk Unggulan
| Madu Alam Bima |
| Sarung Tenun |
| Mutiara Alam |
Pengunjung







![]() | Hari ini | 111 |
![]() | Kemarin | 220 |
![]() | Minggu ini | 1001 |
![]() | Bulan ini | 6899 |
![]() | Total | 208823 |
Home
"*****"
| Oe Lenga, Internet Bukan Cuma Facebook lho, (Blogger Bima kok belum muncul ya??) |
|
|
|
| Tuesday, 01 December 2009 | ||||||
|
Oleh : Olan (http://ilalangmbojo.blogspot.com )
Saya tidak tahu persis, tetapi lebih
kurang dalam kurun waktu satu tahunan ini, internet sudah terasa sangat
mewarnai kehidupan masyarakat di Bima terutama di kota. Warnet-warnet
muncul dan tumbuh pada setiap tempat. Di jalan protokol pada sisi kiri
dan kanannya telah terpampang plang nama-nama warnet dengan berbagai
bentuk dan corak. Belum lagi di gang-gang kecil dan di dalam
perkampungan penduduk.
Kehidupan
online sepertinya sudah merasuk ke dalam tatanan kehidupan
bermasyarakat. Sepanjang pengamatan saya jika melintasi jalan di depan
warnet yang ada, penuh dengan anak-anak muda yang kongkow berhadapan
dengan komputer. Penuh sesaknya warnet juga bisa dilihat dengan
banyaknya motor yang parkir di depan warnet tersebut. Tidak
hanya itu, bagi masyarakat golongan menengah ke atas, memasang internet
melalui telkom speedy di rumah masing-masing merupakan sesuatu yang
membanggakan.
Internet sudah
menjadi gaya hidup. Handphone sekarang tidak lagi hanya untuk mengirim
sms, bertelpon ria atau untuk multimedia, tetapi fungsinya bertambah
dengan digunakannya untuk berinternet. Modem GSM semakin banyak diburu
untuk dibeli demi memuaskan kehidupan online.
Internet di
Bima begitu digemari oleh masyarakat, karena keberadaannya muncul
bersamaan dengan semakin tingginya publisitas jejaring pertemanan
online seperti facebook. Sekarang jika anda punya akun facebook,
kemudian search seseorang dengan menggunakan kata kunci bima, mbojo,
maci, ntika atau istilah-istilah bahasa Bima lainnya, maka akan
bermunculan sederet list akun nama-nama di atas yang menandakan
pemiliknya adalah orang Bima.
Bagi
masyarakat Bima, dilihat dari sudut pandang saya, internet itu adalah
facebook atau kalau dibalik, hanya facebook yang ada di internet. Tidak
Punya akun facebook berarti tidak berinternet atau tidak punya akun di
facebook sama dengan "dou kampo/kampungan".
Seandainya
mau menggali lebih dalam, masuk sedikit dan mau belajar, tentunya tidak
hanya facebook yang di eksploitasi di dunia maya. Membuat akun email
merupakan hal wajib untuk berinteraksi di facebook, tetapi apakah
keberadaannya hanya untuk menampung email komentar, perubahan status
dan lain sebagainya dari facebook??. Seandainya hanya untuk itu,
berarti fungsi utama dari email belum digunakan. Jika saja email-email
itu digunakan surat menyurat atau untuk diskusi melalui milis-milis
yang ada seperti milis bima center
yang keberadaan anggotanya "hanya" 197 orang, tentunya akan banyak
masukan-masukan dan informasi-informasi yang bermanfaat untuk membangun
Bima.
Hal
lain yang perlu saya kritisi yaitu penetrasi internet di Bima tidak
diiringi dengan munculnya blogger-blogger baru. Mungkin merupakan
sesuatu yang asing untuk memiliki akun di blogger, wordpress,
blogdetik, multiply atau di tempat lainnya. Padahal membuat blog itu
sama gampangnya dengan membuat akun di facebook. Apakah karena
ketidaktahuan? atau karena ngeblog itu tidak menarik? atau karena hal
lain yang belum saya ketahui, sehingga kaum muda Bima (saya
menitikberatkan pada kaum muda karena pengguna internet lebih banyak
dari kaum ini, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada kaum tua) agak
alergi dengan blog.
Seberapa
bergunakah blog?. Berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi cerita
dalam bentuk tulisan kemudian dibaca oleh orang di seluruh dunia tentu
akan sangat menarik dan berguna. Tidak perlu dalam bahasa formal, atau
menulis yang berat-berat (tetapi jika mampu kenapa tidak), cukup dengan
bahasa yang santai dan mudah dimengerti. Memiliki blog tentunya tidak
sama dengan facebook. Ada kewajiban pemilik untuk mengisi blognya
dengan tulisan yang bermanfaat dibandingkan dengan menulis status di
facebook seperti: saya mo tidur..., telah ngompol di kasur dengan
sukses...., mo buang air besar dulu...., lapar...., Barusan kencing di
sela-sela pohon... dan sederet status-status lainnya.
Kita
punya kewajiban untuk merubah kehidupan sosial masyarakat yang hanya
senang bercerita dan mendongeng dengan mulut (mpama) sehingga sampai
sekarang telah muncul tukang bual dan omong kosong, menjadi masyarakat
yang bercerita dan mendongeng dengan tulisan. Menulis itu bisa
dipertanggungjawabkan dibandingkan dengan berbicara, karena dasarnya
adalah lidah tidak bertulang, masyarakat dikatakan maju apabila telah
menghasilkan banyak tulisan. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi kita
harus memulai untuk membuat masyarakat Bima lebih maju dan terkenal
dengan blogger-blogger baru yang kreatif menulis dan menyumbangkan ide.
Bukan terkenal dan masuk televisi karena suka berkelahi seperti orang
Ngali dan Renda. (Separuh darah saya adalah Ngali).
Internet
sudah tersedia, blog termasuk di dalamnya, mari kita coba menulis di
blog, manfaatkan kemudahan ini, karena kita tidak perlu susah payah
mencari penerbit untuk menerbitkan tulisan kita dalam sebuah buku atau
merayu-rayu redaksi koran untuk mencetak tulisan yang telah diperas
dari otak kita, tetapi belum tentu dihargai.
Tidak ada hak saya
melarang seseorang untuk bersantai dengan facebooknya dan menulis
status semaunya, karena saya juga kerap melakukan itu. Hidup ini
pilihan, seperti juga pilihan Pak Boediono yang sekarang wakil presiden
itu saat berkampanye yang lebih memilih untuk menemui komunitas blogger
indonesia sebagai langkah awal kampanye beliau. Begitu berharganya
blogger di mata seorang calon wakil presiden pada waktu itu.
Alangkah
majunya jika ketika seseorang menulis kata kunci "bima", dengan atau
tanpa tanda petik di google, kemudian muncul ribuan blog yang mereview
tentang Bima dari alamat blog misalnya lamone.blogspot.com,
ntauone.wordpress.com, ntika.multiply.com.
Kemudian
saat seseorang bertanya kepada kita, tentang aktivitas online,
pertanyaannya tidak hanya "apa akun facebookmu??", tetapi pertanyaan
itu akan bertambah, "mana alamat blogmu??"
Gedubrak...eh ternyata sudah pukul 2.25 dinihari.bobo dulu ah....
Views: 661 | Print
powered by AkoComment Tweaked |
||||||
Yang Online
We have 73 guests onlineKomentar Terakhir
| Benang Kusut Generasi Pendidik... |
| benar-benar menarik untuk membaca artikel ini. meskipun saya... |
| 06/05/10 07:13 More... |
| By Edward |
| Pikada dan Harapan |
| search [url=http://www.google.com] search [/url] ... |
| 06/05/10 07:08 More... |
| By addy |
























