|
Oleh : Rangga
Seakan tak percaya. Tapi itulah kenyataan yang pasti dihadapi dan
dialami oleh seluruh mahluk. Berita duka tentang kematian Bapak H. M.
Nur A. Latief Walikota Bima tersiar begitu cepat sekitar pukul 20.00
Wita di seluruh Kota Bima bahkan di kabupaten Bima pada sabtu
malam(6/3). Pada malam itu, masyarakat kota Bima langsung mendatangi
kediaman Walikota dan memang benar adanya, H. M. Nur A. Latief telah
meninggal dunia. Menurut Informasi yang terhimpun H. M. Nur A. Latief
meninggal dunia karena serangan jantung meski sempat dirawat di Rumah
Sakit Islam Cikini Jakarta.
Sejak malam itu kediaman orang nomor satu di kota Bima itu cukup ramai
dikunjungi oleh keluarga, handai taulan dan warga kota Bima. Mereka
menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian sosok walikota
yang cukup fenomenal dan dicintai rakyatnya itu. Hari Minggu pagi(7/3)
Jenazah diterbangkan dari Jakarta menuju Bima. Ribuan warga memadati
Bandara Muhamamad Salahuddin Bima menjemput Jenazah. Sekitar pukul
11.45 Wita iring-iringan jenazah meluncur menuju Kota Bima dan
disemayamkan di Kantor Walikota Bima. Tepat memasuki waktu shalat
dzuhur, jenazah dishalatkan di Masjid Baitul Hamid Raba. Ribuan warga
mengantar dan menshalatkan jenazah hingga menuju ke tempat pemakaman
yang berlokasi di halaman rumah almarhum.
Upacara pemakaman dlangsungkan dengan cara militer dan bertindak
sebagai Inspektur Upacara Gubernur NTB KH. Zainul Mazdi, MA. Upacara
pemakaman berlangsung cukup hikmat meski diiringi isak tangis ribuan
warga yang memadati areal pemakaman maupun di sepanjang jalan masuk ke
kediaman Almarhum. Usai pemakaman Gubernur NTB memberikan sambutan.
Dalam sambutan singkatnya gubernur memberi julukan kepada H. M. Nur A.
Latief sebagai Bapak Pembangunan Kota Bima. Hal ini terbukti bahwa
selama 7 tahun memimpin Kota Bima telah banyak kemajuan yang diraih
baik dari segi fisik maupun non fisik. Hal ini tentunya menjadi
pekerjaan rumah bagi seluruh pejabat di kota Bima untuk melanjutkan
cita-cita dan pengabdiannya. Gubernur juga memuji kedekatan almarhum
dengan seluruh warga kota Bima. " ini perlu menjadi contoh bagi kita
semua. Dimana saja dan kapan saja almarhum bisa ditemui warga karena
hampir tiap hari beliau selalu berada di tengah-tengah warga seperti
pasar, terminal, di kaki lima, di kampung-kampung bahkan di sawah. "
ucap Gubernur NTB yang didampingi Sekda Prop. NTB dan para pejabat
lingkup Propinsi NTB yang memang dating ke kota Bima menggunakan
pesawat charteran.
Ungakapan bela sungkawa memang dating dari berbagai kalangan, baik dari
Pemerintah Propinsi NTB maupun di Jakarta. Frekwensi penerbangan menuju
Bima pada hari minggu cukup meningkat. Pesawat Tri Gana Air yang
melayani route Bima-Mataram bolak balik selama 5 kali penerbangan untuk
melayani penumpang yang memang khusus dating ke Bima untuk menghadiri
pemakaman.
Drs. H.M. Nur A. Latief meninggalkan dua orang Istri, tiga orang anak
dan satu orang cucu. Lahir di kecamatan Wawo Bima pada tanggal 28
Oktober 1950. Setelah tamat SMA melanjutkan pendidikan di APDN Bandung
kemudian melanjutkan di IIP Jakarta dan tamat pada tahun 1977. Karir
birokrasi dimulai saat diangkat menjadi staf salah satu kelurahan di
Jakarta. Beberapa tahun kemudian diangkat menjadi Lurah, Camat Lubang
Buaya, Camat Kramat Jati dan sempat meraih predikat sebagai Camat
Teladan. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya di Jakarta hingga
dilantik menjadi Walikota Bima periode 2003-2008. Dan terpilih kembali
dengan perolehan suara yang cukup signifikan pada pemilu kota Bima
tahun 2008 dan kembali dilantik menjadi Walikota Bima periode
2008-2013.
Engkau sering katakan padaku "Jangan Biarkan Matahari Berlalu Tanpa
Makna". Insyaallah, generasimu akan menyematkan perjuangan sebelum
matahari terbenam. Engkaupun sering aku mendengar doa-mu dalam resah
"Ya Allah, berikan kemakmuran untuk sepotong negri kecil ini (Bima)".
Insyaallah ayahnda, ribuan masyarakatmu mendengar doamu. bersama-sama
kami khaturkan doa dalam menyertai perjalananmu menuju alam yang akan
kami singgahi pula kelak. Selamat Jalan Pak Wali yang fenomenal dan
dicintai rakyat. Doa kami selalu menyertaimu…..!
Views: 838 | Print
1. Written by Wawan, on 10-03-2010 01:36 Turut berduka cita, semoga amalnya diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang tinggalkan diberikan kesabaran. |
powered by AkoComment Tweaked |