Home arrow Artikel & Berita arrow KABUT DUKA DILANGIT BIMA
"*****"

KABUT DUKA DILANGIT BIMA PDF Print E-mail
Wednesday, 10 March 2010
Oleh : Rangga
 
Seakan tak percaya. Tapi itulah kenyataan yang pasti dihadapi dan dialami oleh seluruh mahluk. Berita duka tentang kematian Bapak H. M. Nur A. Latief Walikota Bima tersiar begitu cepat sekitar pukul 20.00 Wita di seluruh Kota Bima bahkan di kabupaten Bima pada sabtu malam(6/3). Pada malam itu, masyarakat kota Bima langsung mendatangi kediaman Walikota dan memang benar adanya, H. M. Nur A. Latief telah meninggal dunia. Menurut Informasi yang terhimpun H. M. Nur A. Latief meninggal dunia karena serangan jantung meski sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Cikini Jakarta.

Sejak malam itu kediaman orang nomor satu di kota Bima itu cukup ramai dikunjungi oleh keluarga, handai taulan dan warga kota Bima. Mereka menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas kepergian sosok walikota yang cukup fenomenal dan dicintai rakyatnya itu. Hari Minggu pagi(7/3) Jenazah diterbangkan dari Jakarta menuju Bima. Ribuan warga memadati Bandara Muhamamad Salahuddin Bima menjemput Jenazah. Sekitar pukul 11.45 Wita iring-iringan jenazah meluncur menuju Kota Bima dan disemayamkan di Kantor Walikota Bima. Tepat memasuki waktu shalat dzuhur, jenazah dishalatkan di Masjid Baitul Hamid Raba. Ribuan warga mengantar dan menshalatkan jenazah hingga menuju ke tempat pemakaman yang berlokasi di halaman rumah almarhum.
 

Upacara pemakaman dlangsungkan dengan cara militer dan bertindak sebagai Inspektur Upacara Gubernur NTB KH. Zainul Mazdi, MA. Upacara pemakaman berlangsung cukup hikmat meski diiringi isak tangis ribuan warga yang memadati areal pemakaman maupun di sepanjang jalan masuk ke kediaman Almarhum. Usai pemakaman Gubernur NTB memberikan sambutan. Dalam sambutan singkatnya gubernur memberi julukan kepada H. M. Nur A. Latief sebagai Bapak Pembangunan Kota Bima. Hal ini terbukti bahwa selama 7 tahun memimpin Kota Bima telah banyak kemajuan yang diraih baik dari segi fisik maupun non fisik. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pejabat di kota Bima untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdiannya. Gubernur juga memuji kedekatan almarhum dengan seluruh warga kota Bima. " ini perlu menjadi contoh bagi kita semua. Dimana saja dan kapan saja almarhum bisa ditemui warga karena hampir tiap hari beliau selalu berada di tengah-tengah warga seperti pasar, terminal, di kaki lima, di kampung-kampung bahkan di sawah. " ucap Gubernur NTB yang didampingi Sekda Prop. NTB dan para pejabat lingkup Propinsi NTB yang memang dating ke kota Bima menggunakan pesawat charteran.


Ungakapan bela sungkawa memang dating dari berbagai kalangan, baik dari Pemerintah Propinsi NTB maupun di Jakarta. Frekwensi penerbangan menuju Bima pada hari minggu cukup meningkat. Pesawat Tri Gana Air yang melayani route Bima-Mataram bolak balik selama 5 kali penerbangan untuk melayani penumpang yang memang khusus dating ke Bima untuk menghadiri pemakaman.


Drs. H.M. Nur A. Latief meninggalkan dua orang Istri, tiga orang anak dan satu orang cucu. Lahir di kecamatan Wawo Bima pada tanggal 28 Oktober 1950. Setelah tamat SMA melanjutkan pendidikan di APDN Bandung kemudian melanjutkan di IIP Jakarta dan tamat pada tahun 1977. Karir birokrasi dimulai saat diangkat menjadi staf salah satu kelurahan di Jakarta. Beberapa tahun kemudian diangkat menjadi Lurah, Camat Lubang Buaya, Camat Kramat Jati dan sempat meraih predikat sebagai Camat Teladan. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya di Jakarta hingga dilantik menjadi Walikota Bima periode 2003-2008. Dan terpilih kembali dengan perolehan suara yang cukup signifikan pada pemilu kota Bima tahun 2008 dan kembali dilantik menjadi Walikota Bima periode 2008-2013.


Engkau sering katakan padaku "Jangan Biarkan Matahari Berlalu Tanpa Makna". Insyaallah, generasimu akan menyematkan perjuangan sebelum matahari terbenam. Engkaupun sering aku mendengar doa-mu dalam resah "Ya Allah, berikan kemakmuran untuk sepotong negri kecil ini (Bima)". Insyaallah ayahnda, ribuan masyarakatmu mendengar doamu. bersama-sama kami khaturkan doa dalam menyertai perjalananmu menuju alam yang akan kami singgahi pula kelak. Selamat Jalan Pak Wali yang fenomenal dan dicintai rakyat. Doa kami selalu menyertaimu…..!


Views: 839 | Print

  Comments (1)
RSS comments
1. Written by Wawan, on 10-03-2010 01:36
Turut berduka cita, semoga amalnya diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang tinggalkan diberikan kesabaran.

Write Comment
Name:
E-mail
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



MathGuard security question, please solve:
 
 A          21S      
QU     C      N   4DI
 F    6UD     2      
 E     R      7   MXW
RB7           I

powered by AkoComment Tweaked

Last Updated ( Wednesday, 10 March 2010 )
 
Maja Labo Dahu | Nggahi Rawi Pahu