Isra’ Mi’raj dan Teori Relativitas Albert Einstein (2)

Dalam ilmu fisika modern, Albert Einstein menemukan teori relativitas. Teori yang begitu terkenal di abad ke 20. Teori relativitas pada prinsipnya bahwa hukum fisika adalah sama dimanapun. Hukum fisika yang berlaku di bumi berlaku juga di seluruh jagat raya. Teori relatvitas Einstein ini banyak memberikan kontribusi pada kemajuan ilmu fisika dan membantu memecahkan beberapa teory dan penegembangan teknologi modern.
Prinsip teori relativitas yg mengacu pada kecepatan cahaya dengan asumsi bahwa tak ada benda yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya. Apabila ada benda yang mampu bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka massa benda tersebut akan berubah. Ini berlawanan dengan Hukum kekelan Massa nya Lomonosov Lavoisier, bahwa “massa suatu benda itu konstan atau tetap.”

Pergerakan vertikal yang dilakukan Rasulullah bersama Jibril itu adalah kecepatan yang Maha Dahsyat. Dan Rasulullah dalam melakukan mi’raj itu adalah dengan jasad yang mungkin telah mengalami transformasi materi sehingga dalam melakukan pergerakan bersama Jibril tak mengalami perubahan massa tubuh. Wallaualam.

Waktu sembilan jam tigapuluh menit yang dibutuhkan dalam melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha yang maha jauh itu tidaklah mungkin cukup menurut ukuran kecepatan manusia. Cahaya pun membutuhkan waktu berjuta tahun untuk bergerak mencapainya. Perjalanan Mi’raj itu bukan hanya perjalanan menerima perintah Sholat, tapi dalam riwayat hadist yang langsung diceritakan sendiri oleh Rasulullah begitu banyak. Selain bertemu para Nabi Nabi, Rasulullah berkesempatan melihat surga dan neraka. Perjalanan Mi;raj ini adalah perjalanan futuristik. Perjalanan yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

Dalam surat Al Hajj ayat 47, Allah menjelaskan sesungguhnya kehidupan satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Perjalanan Mi’raj itu dapat dikatakan adalah perjalanan futuristik melompat di waktu yang akan datang. Waktu akhirat. Berdasrkan surat Al Hajj ayat 47 itu bahwa Rasulullah berada dalam alam Akhirat dalam waktu beberapa hari. Pada peristiwa selama sembilan jam tigapuluh menit itu telah terjadi lompatan waktu yang luar biasa. Bila Rasuluillah merasakan Mi’raj yg dilakukan beberpa hari maka lompatan waktu yang terjadi di waktu dunia adalah ribuan tahun. Dengan kuasaNya Allah membuat manusia di dunia hanya merasakan waktu semalam saja atau sekitar sepuluh jam saja.

Peristiwa Isra’ Mi’raj yang menjadi hadiah dari Allah sebagai penghibur setelah melewati tahun kesedihan karena meninggalnya orang orang dicintainya. Juga sebagai penguat keyakinan akan dakwah dari risallah yang disampaiakan. Pada peristiwa Isra’ Mi’raj itu juga, yang saya yakini, telah terjadi lompatan waktu yang luar biasa dalam semalam. Dan peristiwa itu dapat dikatakan sebagai peristiwa super relativitas dari Yang Maha Kuasa. Dan semuanya itu mungkin saja terjadi bila Allah mengendaki. Kun Fayaakun…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *